Kenapa Bayi Nangis Saat Ditidurkan? Penyebab dan Cara Membuat Perpindahan ke Boks Lebih Mudah

Kenapa Bayi Nangis Saat Ditidurkan - Cara Mengatasi

Bayi bisa tampak tenang dan lemas dalam gendongan, lalu mendadak menangis begitu punggungnya menyentuh kasur boks. Tangannya terentang, tubuhnya menegang, atau punggungnya melengkung saat menangis. Ada juga bayi yang tetap terjaga sambil menangis di dalam boks, sementara orang tua berdiri di dekatnya dan bingung harus berbuat apa.

Kalau Anda sering bertanya, “Kenapa bayi nangis saat ditidurkan?”, Anda tidak sendirian. Ini termasuk masalah tidur yang sangat umum pada masa awal kehidupan bayi.

Singkatnya, perpindahan dari gendongan ke boks merupakan perubahan besar bagi sistem saraf bayi yang masih berkembang. Tubuh Anda hangat, bergerak, dan terasa akrab. Kasur terasa datar, diam, dan terpisah. Bayi menangis saat ditaruh di boks bukan berarti ia membenci boks, juga bukan tanda Anda sudah membentuk kebiasaan buruk. Biasanya, bayi hanya membutuhkan bantuan untuk melewati proses perpindahan tersebut.

Artikel ini membahas momen ketika bayi dipindahkan dari gendongan ke tempat tidur, bukan mengulang seluruh daftar penyebab bayi menangis atau semua cara menenangkan bayi. Setelah memahami penyebabnya, beberapa perubahan kecil dapat membuat proses menidurkan bayi terasa lebih ringan.

Situasi yang sering terjadi: tenang di gendongan, menangis di boks

Anda mungkin sudah menyusui atau memberi susu, menyendawakan, memeluk, lalu mengayun bayi perlahan. Kelopak matanya mulai berat. Tangannya rileks. Anda menunggu beberapa saat, kemudian menurunkannya dengan hati-hati ke dalam boks.

Punggungnya menyentuh seprai.

Tiba-tiba, bayi kaget saat ditaruh di kasur. Kedua tangannya terentang, wajahnya mengerut, lalu ia menangis. Sebagian bayi bahkan melengkungkan punggung saat nangis, seolah-olah ingin menjauh dari kasur. Bayi lainnya tetap terjaga, merengek dan menatap Anda saat Anda membungkuk di atas boks.

Hal ini bisa terjadi saat tidur malam, setelah menyusu di tengah malam, maupun ketika tidur siang. Bahkan bayi yang terlihat benar-benar tertidur pun bisa mendadak terbangun saat ditaruh.

Bayi yang menolak boks belum tentu menolak tidur. Ia mungkin sedang bereaksi terhadap perubahan sentuhan, posisi tubuh, suhu, atau jarak dari orang yang menggendongnya.

Kenapa bayi nangis saat ditidurkan?

Ada beberapa penyebab bayi menangis ketika dibaringkan. Lebih dari satu penyebab juga bisa terjadi secara bersamaan.

1. Kehilangan sentuhan dan gerakan

Sebelum lahir, bayi berada di dalam ruang yang hangat, sempit, dan terlindungi. Ia mendengar detak jantung serta suara Anda, merasakan gerakan saat Anda berjalan, dan jarang sekali berada di permukaan yang benar-benar datar serta tidak bergerak.

Karena itu, masa-masa awal setelah lahir sering disebut sebagai “trimester keempat”. Bayi masih membutuhkan banyak kedekatan sambil menyesuaikan diri dengan dunia di luar rahim.

Gendongan memberikan kehangatan, tekanan lembut, dan gerakan. Boks bayi tidak menyediakan semua hal itu secara otomatis. Bagi bayi baru lahir, perubahan mendadak ini bisa terasa seperti jatuh, meskipun Anda sudah menurunkannya secara perlahan. Inilah salah satu alasan bayi menangis setelah sebelumnya tertidur tenang dalam gendongan.

2. Refleks Moro atau refleks kaget

Refleks Moro merupakan refleks normal pada bayi baru lahir. Ketika merasakan perubahan posisi atau kehilangan tumpuan secara tiba-tiba, bayi dapat merentangkan tangan, membuka jari-jari, dan menegangkan tubuh sebelum mulai menangis.

Bayi kaget saat ditaruh biasanya cukup sering terjadi pada beberapa bulan pertama. Bedong yang digunakan dengan benar dapat mengurangi sensasi seperti jatuh dan mencegah tangan bayi membuatnya terbangun sepenuhnya. Bedong harus cukup pas di bagian tubuh atas, tetapi tetap memberi ruang bagi pinggul dan kaki untuk bergerak.

Hentikan bedong segera setelah bayi mulai menunjukkan tanda-tanda ingin berguling, dan selalu tidurkan bayi dalam posisi telentang di atas permukaan yang kokoh serta datar. Setelah bayi mulai bisa berguling, gunakan kantong tidur khusus yang tidak membatasi gerak tangan.

3. Perubahan suhu

Dada, lengan, dan pakaian Anda terasa hangat. Sebaliknya, seprai bisa terasa lebih dingin ketika menyentuh punggung bayi, terutama jika kamar menggunakan pendingin ruangan atau udara malam sedang sejuk. Perubahan suhu ini dapat membangunkan bayi yang baru mulai terlelap.

Jika kasur terasa dingin, Anda boleh menghangatkannya sebentar menggunakan botol berisi air hangat. Namun, botol tersebut harus diangkat sepenuhnya sebelum bayi dibaringkan. Periksa seprai dengan tangan terlebih dahulu. Permukaannya cukup terasa hangat dan nyaman, bukan panas.

Jangan pernah meninggalkan botol air hangat, bantalan pemanas, atau benda penghangat apa pun di dalam boks. Hindari juga memakaikan terlalu banyak lapisan pakaian kepada bayi.

4. Masih lapar atau belum bersendawa

Bayi mungkin tampak mengantuk karena merasa kenyang, tetapi sebenarnya belum cukup minum. Pada situasi lain, udara yang tertelan saat menyusu baru terasa mengganggu ketika tubuhnya dibaringkan mendatar. Akibatnya, bayi tertidur di gendongan, lalu menangis saat ditaruh.

Perhatikan apakah sesi menyusu tadi jauh lebih singkat dari biasanya, apakah bayi tampak mudah terdistraksi, atau apakah ia masih menunjukkan tanda lapar seperti mencari-cari puting, memasukkan tangan ke mulut, dan mengisap terus-menerus.

Setelah menyusu, gendong bayi dalam posisi tegak selama beberapa saat dan coba bantu ia bersendawa dengan lembut bila perlu. Tidak semua bayi mengeluarkan suara sendawa. Jadi, Anda tidak perlu menepuk punggungnya terus-menerus jika bayi sudah tampak nyaman.

5. Gas atau refluks ringan

Tekanan gas di perut dapat terasa lebih mengganggu ketika bayi dipindahkan atau dibaringkan. Refluks ringan juga umum terjadi pada masa awal karena otot yang menahan isi lambung belum berkembang sempurna.

Anda mungkin melihat bayi menelan atau mengecap berulang kali, mengeluarkan sendawa basah, menggeliat, meringis, atau menangis tidak lama setelah dipindahkan ke boks.

Pastikan boks tetap datar dan kosong. Jangan meninggikan salah satu sisi kasur, menggunakan bantal pengganjal, atau membiarkan bayi tidur dalam posisi setengah duduk. Jika gejala refluks sering terjadi atau mengganggu proses menyusu dan kenaikan berat badan, konsultasikan dengan dokter anak atau bidan.

Tidur yang aman tetap berarti membaringkan bayi telentang di atas kasur yang rata dan kokoh.

6. Terlalu lelah

Tidur siang yang terlewat atau waktu terjaga yang terlalu panjang justru dapat membuat bayi semakin sulit tidur. Saat terlalu lelah, sebagian bayi menjadi sangat rewel, menangis keras, melengkungkan punggung saat nangis, dan hanya bisa tenang jika digendong. Mereka bahkan bisa terlihat sangat terjaga, padahal tubuhnya sudah membutuhkan tidur.

Itulah sebabnya kondisi “bayi susah tidur kalau tidak digendong” kadang muncul tiba-tiba, terutama setelah sore yang padat atau penuh stimulasi.

Kenali tanda-tanda lelah sejak awal, misalnya bayi menatap kosong, area sekitar alis tampak kemerahan, gerakannya menjadi tersentak-sentak, menguap, atau tidak lagi tertarik melihat wajah. Mulailah rutinitas menenangkan sebelum tangisnya terlanjur menjadi keras.

7. Waktunya mungkin terlalu cepat

Hal sebaliknya juga bisa terjadi. Jika bayi belum cukup mengantuk, ia mungkin menangis di boks karena sudah lelah dan rewel, tetapi belum siap tidur lama. Pelukan atau sesi menyusu dapat membuatnya mengantuk, tetapi belum tentu membuatnya benar-benar siap untuk tidur siang.

Tidak ada jadwal yang cocok untuk semua bayi baru lahir. Amati bayi, bukan hanya jam. Jika ia berkali-kali terbangun dengan wajah ceria setelah dicoba ditidurkan, Anda bisa mencoba waktu tidur yang sedikit lebih lambat. Namun, jika ia berubah menjadi sangat rewel, majukan waktu tidur berikutnya.

8. Suasana kamar kurang nyaman

Kamar yang terlalu terang, perubahan dari suasana ramai menjadi sunyi, atau suhu yang tidak nyaman dapat membuat proses pemindahan ke boks terasa lebih mengganggu.

Sebagian bayi lebih mudah tenang dalam cahaya redup dengan suara latar yang stabil, seperti suara kipas atau white noise, yang sudah dinyalakan sebelum bayi dipindahkan. Bayi lain justru tidak nyaman dalam suasana yang benar-benar sunyi dan lebih mudah tidur dengan suara rumah yang wajar.

Jaga kamar tetap sejuk dan nyaman, tidak terlalu panas. Untuk memeriksa suhu tubuh bayi, sentuh bagian dada atau punggungnya, bukan tangan dan kakinya. Jika menggunakan white noise, letakkan sumber suara jauh dari boks dan atur volumenya rendah. Suaranya tidak boleh sampai membuat Anda harus meninggikan suara ketika berbicara.

9. Bayi memang membutuhkan kedekatan

Keinginan untuk terus digendong merupakan hal yang normal dalam perkembangan bayi. Anda tidak sedang memanjakan atau membuat bayi menjadi manipulatif dengan merespons tangisnya. Bayi belum memiliki rencana untuk mengatur waktu malam Anda. Ia hanya menyampaikan, dengan cara yang ia bisa, bahwa perubahan dari sentuhan ke jarak terasa sulit.

Tidur sambil digendong atau menggunakan gendongan bayi dapat menjadi bagian wajar dari rutinitas harian, terutama ketika bayi masih berusia di bawah tiga atau empat bulan. Hal itu tidak berarti bayi tidak akan bisa tidur lebih mandiri di kemudian hari.

Tetap ikuti petunjuk keamanan saat menggunakan kain gendongan atau carrier. Jika Anda mulai mengantuk, pindahkan bayi ke permukaan tidur yang kosong, datar, dan kokoh.

Cara menenangkan bayi saat ditidurkan tanpa langsung menangis

Tidak ada cara yang bisa menjamin proses pemindahan selalu berlangsung tanpa tangisan. Tujuannya bukan memaksa bayi tidur sendiri, melainkan membuat perubahan dari gendongan ke boks terasa lebih bertahap dan memberi kesempatan bagi bayi untuk tetap tenang.

Siapkan boks terlebih dahulu

Siapkan semua kebutuhan sebelum mulai menyusui atau mengayun bayi:

  • Kasur yang kokoh dan datar dengan seprai yang terpasang pas
  • Bayi dalam posisi telentang, tanpa bantal, selimut longgar, mainan, atau alat penahan tidur
  • Suhu kamar yang nyaman dan pencahayaan redup
  • White noise yang sudah dinyalakan, jika membantu bayi
  • Kantong tidur atau bedong yang sama seperti saat menenangkan bayi, selama bedong masih aman sesuai tahap perkembangan bayi

Kantong tidur yang digunakan berulang kali dapat menjadi tanda bahwa waktu tidur sudah dekat. Isyarat ini bukan sesuatu yang ajaib, tetapi pengulangan membantu bayi mengenali pola sebelum tidur.

Hangatkan seprai dengan aman

Jika kasur terasa dingin, Anda bisa meletakkan botol air hangat di atas seprai selama beberapa menit ketika sedang menenangkan bayi. Angkat botol tersebut sebelum bayi dibaringkan, setiap kali tanpa pengecualian, lalu periksa kembali agar permukaannya tidak panas.

Jangan menggunakan bantalan listrik untuk menghangatkan boks. Jangan pula meninggalkan benda penghangat di bawah, di samping, atau di dalam boks ketika bayi tidur.

Tunggu sampai tidur lebih lelap jika memungkinkan

Jika bayi masih sangat kecil dan tertidur setelah menyusu atau diayun, tunggu sampai tangannya terasa lemas, napasnya lebih teratur, dan wajahnya rileks. Proses ini bisa memerlukan waktu beberapa menit.

Sebelum mengangkat bayi, letakkan tangan Anda dengan lembut di dada atau perutnya selama 10 sampai 20 detik. Jeda ini dapat membantu mencegah pola yang sering terjadi: orang tua baru saja berdiri dan menjauh, lalu bayi langsung menangis.

Turunkan perlahan sambil mempertahankan sentuhan

Turunkan bayi dengan bagian bokong dan kakinya menyentuh kasur terlebih dahulu, kemudian bahu dan kepalanya. Setelah itu, pertahankan satu tangan di dada atau perut bayi selama sekitar satu menit. Tekanannya harus lembut dan stabil, bukan berat.

Ketika tubuh dan napas bayi sudah tenang, angkat tangan secara perlahan. Jika bayi bergerak atau mengeluarkan suara kecil, coba berhenti sejenak sebelum langsung mengangkatnya. Gerakan menggeliat atau suara pendek belum tentu berarti bayi sudah benar-benar bangun.

Namun, jika tangisnya semakin kuat, angkat bayi dan mulai lagi dari awal. Tidak ada manfaatnya membiarkan tangisan meningkat sampai bayi semakin panik.

Tenangkan dalam posisi miring, lalu kembalikan ke telentang

Sebagian bayi tidak menyukai sensasi tubuh yang langsung dibaringkan rata. Anda bisa menenangkan bayi dalam gendongan dengan posisi sedikit menyamping, kemudian menurunkannya ke boks dan perlahan menggulingkan tubuhnya hingga telentang sebelum melepaskan tangan.

Posisi tidur terakhir harus tetap telentang. Jangan meninggalkan bayi tidur dalam posisi miring.

Hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan

Saat bayi nangis saat ditaruh di boks setiap kali dipindahkan, kelelahan bisa membuat cara-cara yang tidak aman terlihat menggiurkan. Hindari hal berikut:

  • Jangan membiarkan bayi baru lahir menangis sampai tertidur sendiri. Bayi kecil membutuhkan respons dan pendampingan. Metode pelatihan tidur formal tidak sesuai untuk bayi baru lahir.
  • Jangan pernah mengguncang bayi. Jika Anda merasa kewalahan, letakkan bayi telentang dengan aman di dalam boks, menjauh sebentar selama beberapa menit, lalu hubungi pasangan, keluarga, atau orang tepercaya.
  • Jangan menumpuk bantal, handuk yang digulung, atau selimut di sekeliling bayi. Benda-benda tersebut dapat menghambat pernapasan dan meningkatkan risiko kepanasan.
  • Jangan menggunakan alat penahan tidur, kasur miring, atau sarang bayi buatan sendiri.
  • Jangan tertidur sambil menggendong bayi di sofa atau kursi. Tempat-tempat tersebut sangat berisiko jika orang dewasa tidak sengaja tertidur bersama bayi.

Anda tetap bisa memberikan kenyamanan tanpa memaksakan semua tidur harus terjadi di dalam boks. Pada hari yang berat, tidur dalam pelukan dengan pengawasan dapat menjadi pilihan yang masuk akal. Pastikan Anda tetap terjaga dan memindahkan bayi ke permukaan tidur yang aman jika mulai mengantuk.

Kapan kondisi ini normal, dan kapan perlu diperiksakan?

Bayi menangis ketika ditidurkan cukup umum terjadi pada bulan-bulan pertama. Kenapa bayi menangis di tempat tidur? Sering kali karena digendong terasa lebih hangat, aman, dan akrab, bukan karena ada masalah serius. Seiring refleks kaget berkurang, pencernaan semakin matang, dan sistem saraf berkembang, banyak bayi perlahan bisa berada lebih lama di dalam boks.

Hubungi dokter anak atau bidan jika tangisan tidak bisa ditenangkan selama berjam-jam, disertai demam, bayi sulit menyusu, atau berat badannya tidak bertambah dengan baik. Segera cari pertolongan medis jika bayi mengalami kesulitan bernapas, perut membengkak atau sangat nyeri saat disentuh, tampak sangat lemas, atau muntah menyemprot.

Percayai naluri Anda. Orang tua biasanya dapat mengenali ketika pola atau suara tangisan bayi berbeda dari biasanya.

Pertanyaan “kenapa bayi nangis saat ditidurkan?” sering kali memiliki jawaban yang sederhana dan tidak menakutkan: perpindahan dari pelukan ke boks terasa terlalu besar bagi bayi saat ini. Ia mungkin membutuhkan kehangatan, proses pemindahan yang lebih lambat, bantuan bersendawa, waktu tidur yang lebih tepat, atau sedikit lebih banyak kontak.

Itu bukan kegagalan dan bukan tanda Anda salah mengasuh bayi. Sistem sarafnya masih belajar berpindah dari pelukan ke tempat tidur. Anda sedang membantunya melewati proses tersebut, perlahan-lahan.


Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti nasihat dari dokter, dokter anak, atau profesional kesehatan lainnya. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran, Anda harus berkonsultasi dengan profesional kesehatan.
Kami sebagai pengembang aplikasi Erby tidak bertanggung jawab atas keputusan apa pun yang Anda buat berdasarkan informasi ini, yang diberikan hanya untuk tujuan informasi umum dan bukan pengganti nasihat medis pribadi.

Erby — Pelacak bayi untuk bayi baru lahir & ibu menyusui

Lacak menyusui, memompa, tidur, popok, dan tonggak perkembangan.
Erby

Erby

Lacak menyusui, memompa, tidur, popok, dan tonggak perkembangan.