Jika kamu sedang menyusui dan bingung sebenarnya apa saja sih yang boleh dimakan, kamu tidak sendirian. Komentar keluarga, postingan Instagram, sampai saran kuno sering membuat seolah-olah semua makanan itu berbahaya untuk bayi.
Padahal, di balik semua suara itu ada satu hal penting yang sering terlupa: kebanyakan ibu menyusui tidak butuh diet super ketat.
Tubuhmu pintar. Tubuh tahu cara memproduksi ASI dari berbagai jenis makanan. Kamu tidak wajib berhenti makan susu sapi tanpa alasan jelas, tidak harus hidup dengan ayam rebus tawar berbulan-bulan, atau panik setiap kali ingin makan sambal.
Artikel ini membahas secara santai tapi berbasis bukti: makanan ibu menyusui yang dianjurkan, apa yang memang perlu dibatasi, dan mitos apa saja yang bisa kamu abaikan. Disesuaikan dengan kehidupan nyata di Indonesia dengan bayi yang tidak peduli kamu sudah makan siang atau belum.
Kamu mungkin pernah dengar kalimat seperti:
Sebagian besar ini hanya mitos.
Komposisi ASI jauh lebih stabil daripada yang orang bayangkan. Menurut Kementerian Kesehatan, IDAI, dan berbagai organisasi laktasi di Indonesia, pola makan ibu hanya memengaruhi beberapa komponen ASI, itu pun biasanya tidak drastis.
Tubuhmu memprioritaskan kebutuhan bayi. Kalau perlu, tubuh akan mengambil cadangan nutrisi dari tubuh ibu agar kualitas ASI tetap baik. Bukan berarti makanan ibu tidak penting - tetap penting untuk energi, mood, dan kesehatan jangka panjang - tetapi jarang sekali sampai butuh pantangan ekstrem.
Pada kebanyakan kasus, tidak perlu.
Bolehkah minum susu sapi saat menyusui?
Boleh, selama bayi tidak menunjukkan tanda jelas alergi protein susu sapi (akan dibahas nanti). Susu, yoghurt, keju, susu di teh atau kopi biasanya aman untuk mayoritas ibu menyusui.
Bolehkah makan pedas saat menyusui?
Di banyak daerah di Indonesia, ibu menyusui makan pedas setiap hari dan bayinya tumbuh baik-baik saja. Penelitian di beberapa negara menunjukkan rasa dari bawang putih dan rempah bisa sedikit masuk ke ASI dan justru membantu bayi lebih mudah menerima makanan keluarga saat MPASI nanti. Ibu di Padang, Makassar, Manado, atau Aceh tidak hidup dengan bubur tawar setahun penuh, kamu juga tidak harus begitu.
Bawang putih dan menyusui
Bawang putih memang bisa sedikit mengubah aroma dan rasa ASI. Beberapa penelitian di Eropa justru menemukan bayi menyusu lebih lama setelah ibunya makan bawang putih. Jadi anggapan „bayi akan menolak menyusu” tidak terbukti pada kebanyakan bayi.
Kubis, kacang, dan makanan penyebab gas untuk bayi ASI
Gas pada orang dewasa dihasilkan di usus, bukan di ASI. Gas itu tidak pindah begitu saja ke ASI. Memang ada sebagian bayi yang sensitif terhadap protein atau gula tertentu, tetapi bagi mayoritas bayi, rewelnya mereka tidak ada hubungannya dengan kamu makan brokoli atau kol.
Kamu hanya perlu menghindari makanan tertentu kalau terlihat pola yang jelas dan berulang, bayi selalu bereaksi setelah kamu makan makanan itu. Itupun biasanya sifatnya sementara dan spesifik, bukan larangan setengah isi pasar.
Daripada memikirkan „diet menyusui” sebagai daftar panjang makanan yang harus dihindari saat menyusui, lebih enak melihatnya sebagai pola makan sehat biasa dengan sedikit kelonggaran karena lebih sering lapar dan capek.
Usahakan:
Banyak makan tumbuhan
Buah, sayur, kacang-kacangan, tempe, tahu, serealia utuh. Buah dan sayur beku atau kalengan tanpa gula dan garam berlebih juga oke. Ini kehidupan nyata, bukan konten estetik.
Sumber protein yang baik
Telur, ayam, ikan laut dan ikan air tawar, daging sapi tanpa lemak berlebih, tahu, tempe, kacang hijau, kacang merah, edamame, kacang tanah, kacang mete, dan biji-bijian seperti chia atau biji labu.
Lemak sehat
Minyak zaitun, minyak kanola, minyak kelapa sawit dengan penggunaan wajar, alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan berlemak (misalnya salmon impor, sarden kalengan, tongkol, kembung).
Karbohidrat untuk energi
Nasi merah, beras cokelat, roti gandum, oatmeal, ubi, singkong, jagung. Nasi putih, roti putih, dan mie juga boleh, tinggal diimbangi porsi dan lauknya.
Kesempurnaan itu tidak realistis dengan bayi baru lahir. Roti keju dan pisang yang dimakan sambil menyusui tetap terhitung sebagai makan. Makanan ibu menyusui tidak harus tampak cantik seperti di Instagram.
Tubuh menggunakan energi untuk memproduksi ASI. Rata-rata, menyusui menghabiskan sekitar 400 sampai 500 kilokalori tambahan per hari pada 6 bulan pertama, mengacu pada rekomendasi gizi nasional dan panduan berbagai organisasi kesehatan.
Ini bukan berarti kamu harus menghitung kalori ketat, hanya:
Gambaran kasar:
Kalau sebelum hamil berat badanmu sudah berlebih, tubuh bisa menggunakan sebagian cadangan lemak untuk produksi ASI, jadi kebutuhan tambahan kalori bisa sedikit lebih rendah. Kuncinya, makanlah mengikuti rasa lapar dan jangan sengaja menahan makan sampai badan terasa sangat tidak enak.
Tidak perlu memaksa diri minum air 4 liter sehari sampai urine bening seperti air mineral. Saran lama seperti itu sudah tidak dipakai lagi.
Panduan umum:
Sekitar 2 sampai 2,5 liter cairan per hari cukup untuk banyak ibu menyusui di iklim Indonesia. Ini termasuk air putih, susu, teh, kopi, serta cairan dari makanan seperti kuah sayur dan buah berair.
Namun daripada sibuk menghitung gelas, lebih praktis pakai patokan ini:
Air putih tentu bagus, tapi kamu juga bisa minum:
Mulut kering, pusing, atau sakit kepala bisa jadi tanda kamu butuh minum lebih banyak.
Tubuhmu sedang bekerja keras. Diet menyusui yang baik memberi perhatian khusus pada beberapa zat gizi berikut.
Selama hamil dan proses persalinan, cadangan zat besi bisa berkurang. Rasa lelah karena kurang zat besi mirip sekali dengan „capek jadi ibu baru”.
Sumber zat besi yang baik:
Untuk zat besi dari tumbuhan, padukan dengan vitamin C (misalnya dari jeruk, jambu biji, paprika) agar penyerapannya lebih baik. Kalau kamu mengalami perdarahan banyak saat melahirkan atau sudah anemia saat hamil, dokter atau bidan bisa menganjurkan suplemen zat besi.
Kalsium penting untuk tulang dan gigi. Kalau asupannya kurang, tubuh akan mengambil kalsium dari tulangmu.
Target sekitar 1.000 mg kalsium per hari, bisa didapat dari:
Asam lemak omega 3, terutama DHA, mendukung perkembangan otak dan mata bayi, serta berhubungan dengan kesehatan mental ibu.
Sumber omega 3:
Di Indonesia, anjurannya mirip dengan banyak negara lain:
Kalau kamu tidak makan ikan, pertimbangkan suplemen omega 3 berbahan dasar alga. Banyak ahli gizi menyarankan ini untuk ibu menyusui vegetarian atau vegan.
Vitamin D berperan pada kesehatan tulang, daya tahan tubuh, dan juga suasana hati. Di beberapa daerah, khususnya bila jarang terpapar sinar matahari langsung, banyak orang kekurangan vitamin D.
Secara umum:
Kamu bisa konsultasi dengan dokter, bidan, atau cek panduan resmi Kementerian Kesehatan untuk informasi terbaru mengenai vitamin D.
Yodium penting untuk perkembangan otak bayi dan fungsi tiroid ibu. Di Indonesia, garam beryodium memang sudah umum, tetapi tidak semua orang mengonsumsinya cukup atau memilih garam non-yodium tanpa sadar.
Sumber yodium:
Kalau kamu tidak konsumsi susu dan ikan, atau sengaja tidak menggunakan garam beryodium, sebaiknya diskusikan dengan dokter atau ahli gizi apakah perlu suplemen yodium yang aman untuk ibu menyusui.
Tadi kita sudah bahas apa saja yang boleh. Sekarang beberapa hal yang memang perlu diperhatikan.
Kamu tidak wajib berhenti minum kopi. Tenang.
Kafein memang masuk ke ASI, tetapi umumnya dalam jumlah kecil. Banyak panduan, termasuk dari WHO dan IDAI, menyarankan ibu menyusui membatasi kafein sekitar 200 sampai 300 mg per hari.
Kira-kira setara dengan:
Perlu diingat:
Kalau bayimu tampak sangat gelisah, susah tidur, atau rewel tidak biasa dan kamu merasa konsumsi kafeinmu cukup banyak, coba kurangi beberapa hari dan lihat apakah ada perubahan.
Tidak ada tingkat alkohol yang benar-benar 100% aman untuk bayi, tetapi cara alkohol masuk dan keluar dari ASI sering disalahpahami.
Poin penting:
Banyak lembaga kesehatan menyarankan ibu menyusui sebaiknya menghindari alkohol, atau kalaupun minum, hanya sesekali dengan jumlah sedikit dan waktunya diatur.
Kalau kamu memilih untuk minum:
Kalau payudara terasa sangat penuh saat menunggu alkohol keluar dari tubuh, kamu boleh memerah dan membuang ASI untuk kenyamanan. Di sinilah „pump and dump” berguna, bukan untuk menurunkan kadar alkohol, tetapi untuk mencegah bengkak dan rasa sakit.
Kalau kamu merasa sulit mengurangi alkohol atau topik ini sensitif, bicarakan dengan dokter atau psikolog. Semua bersifat rahasia dan tujuannya membantu, bukan menghakimi.
Di sinilah perbedaan tiap bayi mulai terlihat.
Ada bayi yang tampaknya sensitif dengan makanan tertentu dalam makanan ibu menyusui. Beberapa yang sering dicurigai:
Namun, ini tidak terjadi pada semua bayi. Untuk setiap ibu yang yakin bayinya jadi rewel berat setelah ia makan bawang bombai, ada ibu lain yang bayinya tidur nyenyak meski ibunya habis makan rendang pedas.
Pendekatan yang masuk akal:
Kalau gejala hilang saat makanan dihentikan dan muncul lagi dengan jelas saat makanan dicoba kembali, kemungkinan memang ada sensitivitas. Sering kali, seiring matangnya saluran cerna bayi, sensitivitas ini berkurang.
Kalau kamu perlu menghilangkan lebih dari satu kelompok besar makanan (misalnya susu sapi dan kedelai sekaligus), atau bahkan beberapa jenis lain, sebaiknya minta bantuan dokter atau ahli gizi supaya diet menyusui kamu tetap cukup energi dan nutrisi.
Sebagian besar bayi tidak terganggu dengan apa yang dimakan ibunya, selain perubahan kecil pada gas atau mood. Namun ada sebagian kecil bayi yang mengalami alergi atau intoleransi.
Yang paling sering dikhawatirkan adalah alergi protein susu sapi (APLS atau CMPA).
Protein susu sapi dari makanan yang kamu konsumsi bisa masuk ke ASI dalam jumlah kecil. Untuk bayi dengan alergi protein susu sapi, sedikit saja sudah bisa menimbulkan gejala.
Tanda yang perlu membuatmu waspada:
Ini berbeda dengan „cuma kembung sedikit” atau rewel sesekali.
Kalau kamu melihat tanda seperti darah di feses atau eksim berat:
Dengan pengawasan medis, biasanya akan disarankan:
Alergi lain seperti kedelai, telur, atau kacang juga bisa muncul lewat ASI, tetapi jauh lebih jarang. Jangan mendiagnosis sendiri bahwa bayi alergi terhadap banyak makanan sekaligus tanpa bimbingan, karena berisiko membuat kamu diet terlalu ketat dan kekurangan gizi.
Di Indonesia, banyak dokter anak dan organisasi kesehatan menganjurkan:
Kalau bayi minum susu formula lebih dari 500 ml per hari, biasanya tidak perlu tambahan vitamin D karena formula sudah diperkaya.
Walaupun ibu minum vitamin D, kandungan vitamin D di ASI biasanya belum cukup memenuhi kebutuhan bayi, kecuali ibu mendapat dosis tinggi berdasarkan anjuran dokter. Jadi tetes vitamin D untuk bayi tetap penting.
Kalau kamu makan ikan berlemak 1 - 2 kali seminggu, asupan omega 3-mu kemungkinan sudah cukup baik. Kalau tidak, apalagi untuk yang vegetarian atau vegan, suplemen omega 3 bisa membantu.
Pilih:
Suplemen lain:
Kalau bingung perlu suplemen apa saja, diskusikan dengan dokter, bidan, atau ahli gizi. Hindari suplemen dosis tinggi tanpa pengawasan yang menjanjikan „ASI langsung deras” atau klaim berlebihan lain.
Jadi ibu baru di Indonesia sekarang bukan hal mudah. Ada tekanan dari mana-mana: harus menyusui eksklusif, harus cepat langsing lagi, dilarang makan ini itu, disuruh wajib makan itu ini. Melelahkan.
Coba pegang pesan ini:
Jadi:
Dan kalau hari ini „diet menyusui” versi kamu hanya teh, roti, dan biskuit, kamu tetap ibu yang baik. Perlakukan dirimu sehangat kamu memperlakukan bayimu. Tubuhmu sudah tahu apa yang harus dilakukan.