Menyusui bayi kembar bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada keluarga yang memberikan ASI untuk keduanya, ada yang memilih susu formula, dan banyak pula yang menjalankan kombinasi ASI dan susu formula kembar sejak awal. Tujuan praktisnya cukup jelas: kedua bayi mendapat asupan yang cukup untuk tumbuh, produksi ASI tetap terjaga bila menyusui menjadi bagian dari rencana, dan orang tua mampu menjalaninya tanpa kelelahan berlebihan.
Pengalaman menyusui kembar dapat berbeda pada setiap keluarga, bahkan berubah dari hari ke hari. Menyusui dua sekaligus bisa menghemat waktu, sedangkan menyusui bergantian mungkin terasa lebih tenang. Botol dapat digunakan untuk ASI perah, susu formula, atau keduanya. Cara yang dipilih sudah berjalan baik bila mendukung kebutuhan bayi dan kesehatan orang tua, bukan karena sesuai dengan standar ideal keluarga lain.
Bayi kembar yang baru lahir bisa memiliki nafsu minum, kemampuan melekat pada payudara, kebutuhan medis, dan pola pertumbuhan yang berbeda. Salah satu bayi mungkin menyusu dengan efisien, sementara yang lain cepat tertidur. Bayi yang lahir prematur atau sempat mengalami kenaikan berat badan yang lambat mungkin memerlukan tambahan susu untuk sementara waktu.
Pemantauan berat badan, jumlah popok basah, tingkat kewaspadaan, dan perilaku saat menyusu memberikan gambaran yang lebih jelas daripada memaksa kedua bayi minum dalam jumlah yang sama. Bidan, dokter anak, dokter umum, atau tenaga kesehatan di puskesmas dapat membantu menilai perkembangannya.
Setelah usia sekitar lima hari, kurang dari enam popok basah dalam 24 jam menjadi alasan untuk segera meminta saran tentang pemberian makan. Hubungi tenaga kesehatan lebih cepat bila salah satu bayi sangat mengantuk, sulit dibangunkan untuk menyusu, menunjukkan tanda dehidrasi, atau tidak mengalami kenaikan berat badan.
Produksi ASI terutama dipengaruhi oleh seberapa sering dan efektif ASI dikeluarkan. Saat bayi menyusu atau ASI diperah secara teratur, payudara menerima sinyal untuk terus memproduksi ASI. Pada bayi kembar, kebutuhan totalnya bisa cukup besar, terutama ketika keduanya mengalami percepatan pertumbuhan.
Namun, itu bukan berarti Anda harus memberikan ASI pada setiap sesi menyusu. Bila susu formula atau ASI perah menjadi bagian dari rencana, konselor laktasi dapat membantu menentukan kapan perlu memompa ASI untuk menjaga produksi dan kapan istirahat justru lebih penting.
Rencana menyusui juga harus masuk akal pada pukul dua dini hari, ketika dua bayi menangis dan hanya ada satu orang dewasa yang sedang sangat lelah. Metode yang terlihat efisien di atas kertas belum tentu nyaman secara fisik atau emosional.
Tidak ada tingkatan nilai moral antara ASI, susu formula, dan pemberian kombinasi. Memberi susu formula kepada bayi kembar bukan kegagalan, sementara menyusui eksklusif bukan syarat untuk menjadi orang tua yang baik. Tujuannya adalah bayi cukup minum, tumbuh dengan baik, dan pengasuhnya mendapat dukungan.
Menyusui tandem, atau tandem nursing kembar, berarti menyusui kedua bayi dalam satu sesi. Cara ini dapat mengurangi total waktu yang dihabiskan untuk menyusui dan berguna ketika kedua bayi lapar pada waktu yang sama. Meski begitu, Anda tidak wajib melakukannya. Menyusui bergantian juga merupakan pilihan yang baik bila menyusui dua bayi sekaligus terasa canggung, sakit, atau terlalu melelahkan.
Banyak orang tua merasa tandem nursing kembar lebih mudah setelah masing-masing bayi mampu melekat sendiri. Pada minggu-minggu awal, kehadiran orang dewasa lain dapat membantu mengatur posisi, mengambil bantal, atau menenangkan bayi sehingga prosesnya tidak terlalu menegangkan.
Tidak ada satu posisi menyusui kembar yang paling benar. Pilih posisi yang menopang tubuh kedua bayi, menjaga hidung mereka tetap bebas, dan memungkinkan Anda melihat mulut serta perlekatannya.
Beberapa posisi yang dapat dicoba:
Biarkan bantal membantu mengangkat posisi bayi, sementara bahu Anda tetap rileks. Bila Anda harus membungkuk, memutar badan, atau menahan napas, hentikan sebentar dan atur ulang posisi sebelum melanjutkan.
Anda bisa membantu kedua bayi melekat pada saat yang sama jika ada orang lain yang membantu atau Anda sudah merasa percaya diri. Pilihan lainnya, posisikan satu bayi terlebih dahulu, kemudian dekatkan bayi kedua ke payudara.
Mulailah dengan bayi yang lebih lapar atau bayi yang paling sulit melekat. Bayi tersebut mungkin membutuhkan perhatian penuh saat Anda masih memiliki tenaga. Bila salah satu bayi lebih kecil, mudah mengantuk, atau memerlukan pemantauan medis tambahan, tenaga kesehatan mungkin menyarankan agar bayi itu diberi minum lebih dulu atau asupannya dipantau secara terpisah.
Pelekatan yang dalam biasanya terasa seperti tarikan kuat, bukan rasa terjepit. Mulut bayi terbuka lebar, dagunya dekat dengan payudara, dan hidungnya bebas atau hanya menyentuh payudara dengan ringan. Rasa sakit yang terus-menerus tidak perlu ditahan. Mintalah bidan, konselor laktasi, atau dokter yang memahami kebutuhan bayi kembar untuk mengamati sesi menyusui secara langsung.
Setiap payudara dapat menghasilkan jumlah ASI yang berbeda, dan bayi bisa memiliki payudara favorit. Agar kedua payudara mendapat rangsangan yang cukup, gantian payudara tempat masing-masing bayi mulai menyusu pada setiap sesi, atau buat catatan sederhana tentang sisi yang digunakan.
Contohnya:
Keseimbangan sempurna tidak diperlukan. Bila salah satu bayi memiliki alasan medis untuk menggunakan sisi tertentu, ikuti anjuran tenaga kesehatan. Tujuannya adalah kedua payudara mendapat rangsangan secara teratur dan setiap bayi memperoleh asupan yang cukup.
Menyusui kembar secara bersamaan tidak selalu lebih cepat. Bayi yang masih belajar melekat mungkin membutuhkan perhatian satu per satu. Anda mungkin juga sedang dalam masa pemulihan setelah melahirkan, mengalami nyeri puting, atau terlalu lelah untuk mengatur dua bayi sekaligus.
Cobalah menyusui satu bayi sementara bayi lainnya menunggu dengan aman di dekat Anda, lalu bertukar. Anda juga dapat menyusui tandem satu atau dua kali sehari dan menggunakan pola bergantian pada waktu lainnya. Tidak ada penghargaan untuk orang tua yang menyusui kedua bayi pada setiap sesi.
Memberi susu botol kembar dapat dilakukan menggunakan ASI perah, susu formula bayi, atau kombinasi keduanya. Jika memungkinkan, siapkan kedua botol sebelum mulai, terutama bila Anda sendirian. Periksa suhunya, pastikan botol untuk masing-masing bayi tidak tertukar, dan jaga area penyiapan tetap bersih. Ikuti petunjuk pada kemasan susu formula dan panduan dari Kementerian Kesehatan atau layanan kesehatan setempat. Susu formula bubuk tidak steril, sehingga cara menyiapkan dan menyimpannya harus diperhatikan.
Pemberian botol dengan tempo mengikuti bayi, atau paced bottle feeding, memberi bayi lebih banyak kendali atas aliran susu. Cara ini dapat mengurangi kebiasaan meneguk terlalu cepat, batuk, atau minum berlebihan. Langkah yang dapat dilakukan:
Jangan memaksa bayi menghabiskan isi botol. Kebutuhan setiap bayi dapat berbeda pada setiap sesi. Memaksa beberapa mililiter terakhir dapat membuat bayi mengabaikan tanda kenyangnya.
Bila memungkinkan, satu orang dewasa memberi minum satu bayi. Jika Anda sendirian, beri minum satu bayi sementara bayi lainnya menunggu di tempat tidur yang aman, lalu bergantian. Sebagian keluarga berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai cara khusus untuk memberi minum kedua bayi secara bersamaan. Pengaturan tersebut hanya boleh dilakukan bila memang disetujui tenaga kesehatan, sesuai panduan setempat, dan tetap memungkinkan pengawasan dekat. Memberi susu sambil menggendong tetap lebih dianjurkan.
Jangan pernah menyangga botol atau meninggalkan bayi minum tanpa pengawasan. Jangan menyelipkan botol di antara bantal, guling, atau selimut. Cara ini dapat meningkatkan risiko tersedak, infeksi telinga, dan tidur dalam posisi yang tidak aman.
Kombinasi ASI dan susu formula kembar dapat berarti memberikan ASI dan susu formula, ASI dan ASI perah, atau menerapkan rencana yang berbeda untuk masing-masing bayi. Pola ini mungkin hanya sementara sampai produksi ASI meningkat, atau menjadi pilihan jangka panjang yang paling sesuai untuk keluarga.
Jika mempertahankan produksi ASI menjadi prioritas, perah ASI setelah menyusui atau di antara waktu menyusui bila memungkinkan. Pompa ASI untuk kembar jenis elektrik ganda dapat menghemat waktu, sedangkan pemerahan dengan tangan berguna untuk mengumpulkan kolostrum dalam jumlah kecil atau saat Anda tidak membawa pompa. Jadwal yang tepat bergantung pada seberapa sering bayi menyusu, jumlah susu tambahan yang diberikan, dan seberapa efektif masing-masing bayi memindahkan ASI dari payudara.
Beberapa kebiasaan praktis yang dapat membantu:
Istilah “meningkatkan produksi ASI untuk bayi kembar” kadang membuat orang tua merasa harus memompa tanpa henti. Padahal, dukungan terhadap produksi ASI perlu disesuaikan dengan kondisi setiap keluarga. Pengeluaran ASI yang lebih sering dan efektif memang dapat membantu, tetapi nyeri, pelekatan yang kurang baik, sisa jaringan plasenta, gangguan tiroid, obat-obatan tertentu, dan kelelahan juga dapat memengaruhi produksi. Mintalah bantuan sebelum menambah waktu memompa berjam-jam.
Catatan sederhana dapat membantu Anda melihat pola dan merasa lebih tenang selama minggu-minggu awal yang melelahkan. Anda tidak perlu membuat tabel rumit kecuali memang terasa membantu.
Untuk setiap bayi, catat:
Catatan di ponsel, kertas di dekat kursi menyusui, atau aplikasi menyusui kembar dapat digunakan. Tuliskan hanya informasi yang membantu Anda dan tenaga kesehatan mengambil keputusan.
Segera minta saran tentang pemberian minum bila jumlah popok basah kurang dari enam setelah hari kelima, salah satu bayi tidak mengalami kenaikan berat badan yang baik, atau pelekatan terus terasa sakit. Hubungi tenaga kesehatan bila salah satu bayi berulang kali menolak minum, muntah menyemprot, semakin mengantuk, atau tampak kurang responsif. Bayi kembar dapat membuat kebutuhan satu sama lain terlihat samar, jadi bandingkan setiap bayi dengan pola biasanya, bukan dengan saudara kembarnya.
Memproduksi ASI untuk dua bayi memang membutuhkan energi lebih banyak, tetapi Anda tidak memerlukan pola makan khusus atau produk pelancar ASI yang mahal. Makanlah secara teratur dan sediakan camilan praktis di dekat tempat menyusui, seperti yoghurt, roti isi, buah, kacang-kacangan bila aman untuk keluarga Anda, atau makanan sisa. Minumlah sesuai rasa haus dan siapkan air di dekat Anda. Minum dalam jumlah yang sangat banyak tidak terbukti meningkatkan produksi ASI secara konsisten.
Istirahat juga merupakan bagian dari perawatan pemberian minum. Mintalah bantuan untuk mencuci botol, menyiapkan makanan, mengganti popok, atau menggendong salah satu bayi saat Anda tidur. Jika kedua bayi minum dan tumbuh dengan baik tetapi Anda merasa benar-benar terkuras, mengubah rencana adalah keputusan yang masuk akal, bukan tindakan egois.
Konselor laktasi yang terbiasa mendampingi keluarga dengan bayi kembar dapat sangat membantu. Pilih tenaga profesional yang dapat mengamati sesi menyusui, menilai pelekatan dan perpindahan ASI setiap bayi, membahas penggunaan pompa tanpa memberi tekanan, serta bekerja sama dengan tim medis bayi. Bidan, dokter anak, dokter umum, puskesmas, atau klinik laktasi dapat membantu memberikan rujukan.
Bayi baru lahir biasanya menyusu berdasarkan tanda lapar, bukan jadwal yang kaku. Pada masa awal, jadwal menyusui kembar mungkin hanya berupa pola yang lentur: perhatikan tanda lapar, susui salah satu atau kedua bayi, catat seperlunya, lalu evaluasi kembali setelah pemeriksaan berat badan berikutnya.
Sebagian keluarga secara bertahap mendekatkan waktu menyusu agar kedua bayi minum bersamaan. Keluarga lain mempertahankan jadwal yang berbeda karena salah satu bayi membutuhkan sesi yang lebih kecil tetapi lebih sering. Keduanya dapat menjadi pilihan yang baik.
Perhatikan tanda lapar awal seperti bayi mulai bergerak, memasukkan tangan ke mulut, mencari-cari puting, atau mengecap bibir. Menangis merupakan tanda yang lebih terlambat dan dapat membuat bayi lebih sulit melekat. Namun, jangan membangunkan bayi atau memperpanjang jarak antarwaktu menyusu tanpa anjuran tenaga kesehatan, terutama bila bayi lahir prematur, mengalami kuning, memiliki berat lahir kecil, atau pernah mengalami kenaikan berat badan yang kurang.
Menyusui kembar terdiri dari banyak keputusan kecil, bukan sebuah perlombaan. Menyusui tandem, memberi susu botol kembar, menggunakan susu formula, dan menjalankan kombinasi ASI serta susu formula dapat menjadi pilihan yang aman dan penuh perhatian selama asupan dipantau dan prosesnya dilakukan dengan aman. Sesuaikan rencana seiring pertumbuhan bayi. Kebutuhan Anda juga perlu mendapat tempat. Cara menyusui kembar yang berkelanjutan adalah cara yang memberi nutrisi bagi kedua bayi sekaligus menjaga kondisi orang yang merawat mereka.