Menyusui seharusnya terasa nyaman. Capek, iya, tapi bukan sampai setiap kali bayi menyusu rasanya seperti puting terbakar. Kalau sekarang Mama sedang berjuang dengan puting lecet, puting pecah pecah, berdarah, atau nyeri tajam setiap kali menyusui, itu bukan berarti Mama lemah, bukan berarti Mama menyusui dengan cara yang salah, dan pasti bukan cuma Mama yang mengalaminya.
Yang bisa dilakukan adalah mengubah penyebab kerusakannya dan membantu tubuh supaya bisa pulih. Itu tujuan panduan ini: langkah jelas dan praktis untuk mencegah dan mengatasi puting lecet saat menyusui, tanpa rasa bersalah dan tanpa bikin tambah bingung.
Sebagian besar kasus puting lecet dan nyeri, bukan karena puting Mama “terlalu sensitif” atau “tidak cocok untuk menyusui”. Biasanya masalahnya ada di cara kerja mekanis saat menyusu.
Penyebab utama sakit menyusui sampai puting lecet adalah perlekatan menyusui yang tidak benar.
Kalau bayi hanya menempel di puting, bukan mulutnya penuh menutup sebagian besar areola, puting akan terus tergesek, terjepit, dan tertekan di setiap hisapan. Lama-lama gesekan ini bisa menyebabkan:
Dengan perlekatan menyusui yang benar, yang bekerja adalah mulut bayi pada payudara, bukan hanya di puting.
Kadang dari luar perlekatan terlihat sudah oke, tetapi ada hal lain yang membuat menyusui tetap menyakitkan.
Lidah terikat pada bayi (tongue-tie / ankyloglossia) adalah kondisi ketika selaput di bawah lidah terlalu pendek atau terlalu kencang, sehingga gerakan lidah terbatas.
Tanda lidah terikat bisa mengganggu menyusui:
Lidah terikat dan menyusui tetap bisa berjalan baik dengan dukungan yang tepat, tetapi kadang perlu tindakan pelepasan tongue-tie (frenotomi). Di Indonesia, ini bisa dinilai oleh konselor laktasi, dokter anak, atau dokter gigi anak yang paham laktasi.
Kalau Mama memerah ASI dengan pompa, ukuran corong pompa ASI yang tidak pas bisa menyebabkan puting lecet dan nyeri dalam seperti memar.
Tanda ukuran corong pompa ASI mungkin tidak sesuai:
Menentukan ukuran corong bukan tebak-tebakan. Banyak konselor laktasi di RSIA, klinik laktasi, serta konselor dari AIMI/IBCLC bisa membantu Mama mengukur ukuran corong yang tepat, termasuk lewat konsultasi online.
Infeksi jamur puting bisa muncul walaupun kulit tampak hampir utuh, tanpa luka besar.
Gejala khas infeksi jamur puting:
Infeksi jamur perlu obat antijamur untuk Mama dan bayi sekaligus. Hanya mengoles salep di puting tidak cukup, karena jamurnya bisa bolak-balik menular antara Mama dan bayi.
Terlalu sering cuci puting dengan sabun, memakai pembersih yang keras, atau udara ruangan sangat kering bisa menyebabkan kulit puting kering saat menyusui, yang kemudian mudah pecah.
Tanda yang mungkin Mama perhatikan:
Perawatan lembut dan menjaga kelembapan sangat membantu, nanti kita bahas lebih rinci.
Puting lecet bisa sembuh, tentu saja. Tetapi mencegah kerusakan baru akan selalu lebih mudah dan lebih cepat. Anggap saja seperti melindungi kulit, sambil bayi belajar menyusu lebih efektif.
Perlekatan menyusui yang benar adalah cara paling ampuh mencegah sakit menyusui dan puting lecet.
Berikut panduan praktis posisi menyusui yang benar dan perlekatan yang bisa langsung Mama coba:
Mulai dari posisi hidung sejajar puting
Gendong bayi sehingga hidungnya sejajar dengan puting. Ini membantu bayi sedikit mendongak dan membuka mulut lebar, bukan menunduk dan hanya mengemut ujung puting.
Tunggu mulut benar-benar terbuka lebar
Sentuhkan lembut puting ke bibir atas bayi. Saat bayi membuka mulut sangat lebar seperti menguap, cepat bawa bayi ke payudara (bukan payudara ke bayi).
Perhatikan bibir mencuat keluar
Kedua bibir seharusnya mengatup keluar, seperti “mulut ikan”, bukan melipat ke dalam. Kalau ada bibir yang masuk, Mama bisa bantu tarik keluar dengan jari.
Perlekatan asimetris
Dalam perlekatan yang baik, mulut bayi akan menutup areola lebih banyak di bagian bawah puting daripada di atasnya. Untuk mendapat posisi ini, arahkan puting sedikit ke langit-langit mulut bayi dan dekatkan dagu bayi duluan ke payudara.
Dagu menempel, hidung lega
Dagu bayi sebaiknya menempel ke payudara. Hidung boleh dekat, tapi biasanya tetap memiliki cukup ruang untuk bernapas. Kalau hidung yang “tenggelam” dan dagu justru menjauh, biasanya perlekatan dangkal.
Tidak ada bunyi klik
Pola hisap-telan-napas yang teratur adalah yang diharapkan. Bunyi “klik” berulang saat menyusui biasanya menandakan bayi sering kehilangan isapan, yang sering terjadi karena perlekatan kurang dalam atau masalah lidah.
Nyeri berkurang dalam 10 detik pertama
Rasa tertarik kuat atau sedikit tidak nyaman di detik-detik awal cukup umum, terutama di awal-awal menyusui. Tapi kalau nyeri tajam terus berlanjut atau malah makin sakit sepanjang sesi menyusui, itu bukan sesuatu yang harus “dibiasakan”.
Kalau setelah 10 detik nyeri masih di atas skala 3 dari 10, lepaskan dulu bayi dengan cara yang benar, lalu coba rekatkan lagi. Memang terasa merepotkan di awal, tapi koreksi perlekatan dari sekarang jauh lebih baik daripada berhari-hari puting lecet.
Jangan pernah langsung menarik mulut bayi dari payudara. Tarikan mendadak bisa merobek kulit yang sedang rapuh dan memperparah puting lecet.
Untuk memutus isapan dengan aman:
Kebiasaan kecil ini sangat melindungi puting setiap kali menyusui.
Mama tidak butuh ritual skincare rumit, tetapi beberapa langkah sederhana bisa membantu mencegah puting kering dan lecet.
Kelembapan yang terperangkap di dalam bra bisa membuat kulit terlalu lembek dan rapuh.
Setelah menyusui:
Lapisan tipis ASI perah di puting bisa:
Caranya, peras sedikit ASI dengan tangan di akhir sesi menyusui, oleskan ke seluruh puting dan areola, lalu biarkan kering sendiri.
Mama bisa memakai:
Gunakan sebesar biji kacang setelah setiap kali menyusui atau memompa. Tujuannya untuk memberi rasa nyaman dan kelembapan tipis, bukan sampai tebal lengket menutup pori.
Sabun menghilangkan minyak alami kulit dan membuatnya cepat kering.
Untuk perawatan harian:
Kalau puting sudah telanjur lecet atau pecah pecah, Mama tetap bisa menyusui di sebagian besar kasus. ASI Mama aman, bahkan kalau ada sedikit bercak darah.
Tujuannya sekarang: mengurangi nyeri, melindungi kulit, dan membantu proses penyembuhan sambil tetap memenuhi kebutuhan menyusui bayi.
Dalam kebanyakan kondisi, boleh menyusui puting berdarah ringan. Menyusui:
Kalau rasa sakitnya sampai membuat Mama takut setiap kali akan menyusui, itu tanda Mama butuh bantuan ekstra, bukan tanda gagal menyusui.
Berikut langkah praktis cara mengatasi puting lecet dan puting pecah pecah secepat mungkin, sesuai kemampuan kulit untuk memperbaiki diri.
Luka tidak akan sembuh kalau penyebab awalnya masih terus terjadi. Gunakan kembali tips posisi menyusui yang benar dan:
Sedikit perbaikan saja dalam perlekatan bisa mengurangi gesekan dan tekanan pada daerah yang lecet.
Kulit yang retak akan lebih cepat sembuh jika kondisinya agak lembap, bukan kering dan berkerak.
Untuk mendukung moist wound healing:
Usahakan luka tidak dibiarkan kering dan pecah-pecah terlalu lama karena saat kulit meregang lagi bisa sobek di tempat yang sama.
Bantalan hidrogel bisa terasa sangat menyejukkan untuk puting yang panas dan perih.
Tips pemakaian:
Tidak wajib, tetapi banyak ibu di Indonesia juga merasakan bantalan hidrogel membantu mereka melewati masa awal menyusui yang berat.
Dengan mengubah posisi menyusui, titik tekanan di puting juga berganti sehingga area luka tidak terus-terusan tertekan di titik yang sama.
Mama bisa coba:
Anggap seperti mengganti jenis sepatu kalau lagi ada lecet di kaki, supaya luka tidak digesek di titik yang sama terus.
Kalau salah satu puting sangat rusak dan menyusui di sisi itu terasa tidak tertahankan, Mama bisa:
Ini sebaiknya hanya strategi jangka pendek, idealnya beberapa hari, sambil Mama mencari bantuan untuk memperbaiki posisi dan perlekatan. Dalam jangka panjang, kebanyakan ibu ingin bayi tetap langsung menyusu di kedua sisi.
Mama tidak perlu menahan sakit sendirian.
Pilihan yang bisa didiskusikan dengan bidan, dokter umum, atau dokter anak:
Kalau Mama mengalami demam, badan pegal-pegal seperti flu, atau ada bagian payudara yang merah, panas, dan sangat nyeri, segera periksa ke dokter untuk memastikan bukan mastitis.
Kadang puting lecet sudah dirawat, perlekatan sudah jauh lebih baik, tetapi nyeri masih seperti terbakar. Di sini Mama perlu mempertimbangkan kemungkinan infeksi jamur puting.
Gejala penting infeksi jamur puting:
Pada bayi, perhatikan:
Infeksi jamur yang sudah “matang” biasanya tidak bisa hilang sendiri.
Mama dan bayi perlu obat antijamur bersamaan, biasanya:
Kalau Mama curiga infeksi jamur, sebaiknya konsultasi ke dokter, bidan, atau konselor laktasi, bukan asal mencoba krim. Misalnya, krim steroid saja tanpa antijamur justru bisa membuat jamur berkembang lebih cepat.
Ada batas di mana usaha sendiri di rumah tidak cukup. Itu bukan kegagalan, tetapi tanda bahwa Mama berhak mendapat dukungan langsung dan lebih menyeluruh.
Pertimbangkan bertemu konselor laktasi tersertifikasi (IBCLC) atau konselor menyusui setempat bila:
Di Indonesia, Mama bisa:
Menyusui bukan hukuman. Rasa tidak nyaman ringan di awal-awal sering terjadi karena puting tiba-tiba mendapat stimulasi jauh lebih sering. Tapi nyeri tajam, terbakar, atau berbulan-bulan puting lecet adalah tanda ada hal yang perlu disesuaikan.
Ringkasnya:
Mama sedang melakukan sesuatu yang besar dan berharga untuk bayi. Di saat yang sama, Mama juga berhak merasa nyaman. Dengan penyesuaian yang tepat dan dukungan yang cukup, puting lecet bisa sembuh, dan menyusui pelan-pelan akan terasa seperti yang seharusnya: dekat, tenang, dan sebagian besar tanpa rasa sakit.