Panduan Praktis: Perawatan Mata dan Hidung Bayi Baru Lahir

Ibu membersihkan mata dan hidung bayi dengan lembut

Membawa pulang bayi baru lahir itu rasanya campur aduk: haru, bahagia, dan... sedikit ngeri. Wajah mungil, mata bening, hidung imut, semua terlihat rapuh sampai-sampai banyak orang tua baru ragu menyentuhnya.

Kalau kamu merasakan hal yang sama, itu wajar sekali.

Panduan praktis ini membahas perawatan mata bayi dan perawatan hidung bayi dengan bahasa sederhana, langkah demi langkah. Tujuannya supaya kamu tahu apa yang perlu dilakukan, apa yang masih normal, dan kapan sebaiknya segera menghubungi dokter anak, bidan, puskesmas, atau layanan gawat darurat 119 di Indonesia.


Merawat Mata Bayi Baru Lahir

Mata bayi memang terlihat sangat sensitif, tapi dengan rutinitas lembut setiap hari dan sedikit pengetahuan dasar, cara merawat mata bayi baru lahir sebenarnya cukup mudah.

Rutinitas sederhana membersihkan mata bayi

Kamu tidak perlu produk yang macam‑macam. Untuk sebagian besar bayi, cara membersihkan mata bayi cukup dengan air matang yang sudah dingin atau cairan saline (NaCl 0,9%).

Yang perlu disiapkan:

  • Air matang yang sudah didinginkan hingga suhu ruang, atau cairan saline steril (NaCl 0,9%)
  • Kapas bulat/kapas wajah bersih (bukan cotton bud)
  • Handuk kecil atau kain/muslin bersih

Cara melakukannya (sekali sehari atau sesuai kebutuhan):

  1. Cuci tangan terlebih dulu
    Gunakan sabun dan air mengalir, lalu keringkan dengan bersih. Kebersihan tangan jauh lebih penting daripada produk apa pun.

  2. Siapkan air atau saline

    • Jika memakai air, rebus air sampai mendidih lalu biarkan dingin sampai suhu ruang.
    • Tuang sedikit ke dalam mangkuk bersih.
    • Jika memakai saline dari apotek, bisa langsung digunakan dari botolnya.
  3. Satu kapas untuk satu mata

    • Basahi kapas dengan air matang atau saline.
    • Peras sampai hanya lembap, tidak menetes.
  4. Usap dari sudut dalam ke arah luar

    • Usap pelan sekali dari sudut mata bagian dalam (dekat hidung) ke arah luar, menuju telinga.
    • Satu usapan saja, lalu kapas dibuang.
    • Untuk mata yang satunya, wajib gunakan kapas baru, walaupun kapas pertama terlihat bersih.
  5. Ulangi bila perlu
    Kalau ada mata bayi berlendir, kotoran, atau kerak yang menempel, bisa diulangi 1 - 2 kali, tetap dengan kapas baru, tetap dari bagian dalam ke luar.

  6. Keringkan area sekitar mata
    Tepuk perlahan dengan kain lembut dan bersih, atau biarkan kering sendiri.

Pembersihan bisa dilakukan sekali sehari (misalnya saat mandi pagi) dan ditambah bila perlu jika mata terlihat kotor atau lengket.

Apa saja yang masih normal pada mata bayi

Banyak orang tua langsung panik ketika melihat mata bayi keluar kotoran setelah tidur. Padahal sering sekali itu masih dalam batas normal.

Hal yang sering terlihat:

  • Sedikit kotoran atau kerak di sudut mata setelah bayi bangun tidur
  • Sedikit bengkak atau sembab di sekitar mata pada beberapa hari pertama, terutama bila proses persalinan lama atau memakai alat seperti vakum/forceps

Biasanya:

  • Kotoran yang keluar bening atau agak putih.
  • Mata bayi bengkak ringan biasanya membaik sendiri dalam beberapa hari.

Kalau bayi tampak sehat, menyusu dengan baik, dan bagian putih mata tidak merah, kondisi seperti ini biasanya masih termasuk perawatan mata bayi yang normal.


Mata Lengket atau Berair: Mengenal Saluran Air Mata Tersumbat

Keluhan yang sangat sering di minggu‑minggu pertama adalah mata bayi lengket. Baru dibersihkan, tak lama kemudian lengket lagi, berair lagi.

Penyebab tersering adalah saluran air mata tersumbat bayi, istilah medisnya dacryostenosis bayi.

Apa itu dacryostenosis?

Saluran air mata adalah jalur kecil yang mengalirkan air mata dari mata ke dalam hidung. Pada banyak bayi, saluran ini belum terbuka sempurna saat lahir. Itulah yang disebut dacryostenosis.

  • Kondisi ini sangat sering terjadi, diperkirakan dialami hingga 1 dari 5 bayi baru lahir.
  • Bisa mengenai satu atau kedua mata.
  • Umumnya tidak berbahaya dan cenderung membaik seiring pertumbuhan.

Tanda saluran air mata tersumbat pada bayi

Yang mungkin kamu lihat:

  • Mata terus berair, walaupun bayi tidak sedang menangis
  • Mata bayi berlendir kekuningan atau berkerak, terutama setelah tidur siang atau malam
  • Bulu mata tampak “berlendir” atau menempel satu sama lain
  • Salah satu mata terlihat lebih basah dibanding mata yang lain

Pada kondisi ini, bagian putih mata biasanya tetap normal, tidak merah. Ini perbedaan penting antara saluran air mata tersumbat dengan infeksi mata (konjungtivitis).

Perawatan di rumah: cara membantu membuka saluran air mata bayi

Sering kali kamu bisa membantu di rumah dengan pijatan lembut di kantung air mata dan menjaga mata tetap bersih.

Langkah 1: Jaga mata tetap bersih

Gunakan rutinitas membersihkan mata bayi seperti di atas:

  • Air matang dingin atau saline
  • Satu kapas untuk satu mata
  • Usap dari sudut dalam ke arah luar
  • Lakukan sesering yang dibutuhkan untuk menghilangkan kotoran dan lendir

Langkah 2: Pijatan kantung air mata (2 - 3 kali sehari)

Bagian ini yang sering bikin orang tua ragu. Berikut cara mengatasi mata berair pada bayi dengan teknik pijat sederhana:

  1. Cuci tangan, dan bila kuku panjang, potong atau rapikan dulu.

  2. Cari titik pijatnya

    • Letakkan ujung jari (biasanya jari kelingking atau jari manis yang paling lembut) di sudut dalam mata, tepat di pertemuan mata dan pangkal hidung.
    • Kamu sedang mencari tonjolan kecil di atas tempat saluran air mata bermuara.
  3. Tekan lembut, usap ke arah bawah

    • Tekan sangat lembut ke arah wajah, lalu gerakkan jari menuruni sisi hidung sekitar 1 - 1,5 cm.
    • Lakukan 4 - 5 kali usapan dalam satu sesi. Tidak boleh sampai menyakitkan. Bayi mungkin rewel karena merasa dipegang, tapi tidak sampai menangis kesakitan.
  4. Ulang 2 - 3 kali sehari
    Waktu yang sering nyaman adalah pagi dan malam, plus sekali lagi bila mata sedang sangat lengket.

Bayangkan kamu sedang membantu mendorong membran tipis yang masih menutup saluran itu agar cepat terbuka.

Berapa lama biasanya akan membaik?

Pada sebagian besar bayi, saluran air mata tersumbat bayi akan membaik pelan‑pelan dan:

  • Sering kali sudah jauh berkurang sebelum usia 6 bulan
  • Hampir selalu membaik total sebelum usia 12 bulan

Bila setelah usia tersebut saluran masih sepenuhnya tersumbat, dokter anak atau dokter mata anak mungkin akan mempertimbangkan pemeriksaan dan tindakan lebih lanjut.

Kapan harus ke dokter bila ada kotoran di mata bayi

Walaupun dacryostenosis bayi umumnya ringan, kamu perlu segera berkonsultasi ke dokter bila terlihat:

  • Kemerahan yang meluas pada bagian putih mata atau kelopak mata
  • Bengkak atau sembab di sekitar mata yang terlihat jelas, bukan hanya bengkak ringan pasca lahir
  • Kotoran mata berwarna hijau atau kuning kental seperti nanah
  • Bayi tampak kesakitan, memejamkan mata terus, atau menangis setiap kali area dekat mata disentuh
  • Disertai demam, bayi tampak sangat rewel, atau instingmu merasa ada yang tidak beres

Segera bawa ke dokter anak, IGD rumah sakit, atau hubungi 119 bila kamu khawatir. Infeksi mata bisa cepat memburuk, jadi lebih baik diperiksa lebih awal.


Merawat Hidung Bayi Baru Lahir

Secara alami, bayi baru lahir adalah “penghirup lewat hidung”. Artinya:

Mereka lebih mengandalkan hidung untuk bernapas, bukan mulut.

Mereka memang bisa membuka mulut, tapi dalam beberapa bulan pertama, pernapasan lewat mulut belum terlalu efektif. Karena itu, hidung tersumbat pada bayi walaupun ringan bisa terdengar sangat mengganggu.

Kenapa hidung bayi sering terdengar buntu atau grok‑grok?

Ada beberapa hal yang membuat hidung bayi mudah terdengar tersumbat:

  • Saluran hidung sangat sempit
    Hidung mungil berarti salurannya juga kecil. Lendir sedikit saja sudah terdengar keras.

  • Udara kering
    AC, kipas angin, atau udara ruangan yang terlalu kering bisa membuat lendir jadi lebih kental.

  • Iritasi
    Asap rokok, parfum yang menyengat, pewangi ruangan, debu, atau bulu hewan dapat mengiritasi hidung bayi.

Akibatnya, kamu sering mendengar:

  • Suara grok‑grok atau ngorok halus
  • Sedikit dengusan atau snort
  • Bersin‑bersin kecil (bayi memang sering bersin dan itu normal)

Semua ini belum tentu berarti bayi sedang pilek.


Cara Membersihkan Hidung Bayi dengan Aman

Mengetahui cara membersihkan hidung bayi sangat membantu, terutama untuk kenyamanan saat menyusu dan tidur.

Menggunakan saline untuk hidung bayi

Saline adalah larutan air garam dengan kadar yang sama seperti cairan tubuh (NaCl 0,9%). Kamu bisa membeli saline untuk hidung bayi dalam bentuk tetes atau ampul kecil sekali pakai di apotek.

Cara pakai tetes saline (1 - 2 tetes per lubang hidung):

  1. Posisikan bayi dengan nyaman

    • Baringkan bayi telentang dengan kepala sedikit menengadah.
    • Bisa juga digendong setengah duduk di pangkuan dengan kepala sedikit miring ke belakang.
  2. Teteskan saline

    • Teteskan 1 - 2 tetes saline ke dalam satu lubang hidung.
    • Ulangi di lubang hidung yang lain.
      Saline cukup sedikit saja, karena rongga hidung bayi sangat kecil.
  3. Tunggu sekitar 30 detik

    • Beri waktu saline untuk melunakkan lendir.
    • Mungkin bayi akan mengorok, bersin, atau menggerakkan hidung. Itu normal.
  4. Bersihkan lendir
    Setelah lendir lebih cair, kamu bisa memakai penghisap lendir hidung bayi (nasal aspirator atau bulb syringe) untuk mengeluarkannya.

Cara pakai bulb syringe pada bayi

Banyak orang tua cemas saat pertama kali mencoba. Biasanya setelah 1 - 2 kali, akan terasa lebih mudah.

Berikut cara membersihkan hidung bayi dengan bulb syringe:

  1. Tekan bola karet dulu

    • Sebelum mendekat ke hidung, tekan bola karet sampai kempis sehingga udara keluar.
    • Tahan dalam posisi tertekan.
  2. Tempelkan ujungnya di lubang hidung

    • Jangan dimasukkan terlalu dalam.
    • Ujung alat cukup menempel lembut di pintu lubang hidung, tidak sampai menghilang ke dalam.
  3. Lepaskan tekanan perlahan

    • Saat genggaman dilepas, akan tercipta hisapan lembut yang menarik lendir ke dalam bola karet.
  4. Keluarkan dan kosongkan

    • Jauhkan alat dari hidung.
    • Tekan bola karet untuk mengeluarkan lendir ke tisu.
    • Bersihkan ujungnya.
  5. Ulangi bila perlu

    • Bisa diulangi 1 - 2 kali per lubang hidung bila lendir masih banyak.
    • Jangan berulang‑ulang terus menerus, karena bisa mengiritasi lapisan dalam hidung.
  6. Cuci alat setelah digunakan

    • Bilas dengan air hangat dan sabun, tekan beberapa kali agar bagian dalam ikut bersih, lalu bilas dengan air bersih.
    • Biarkan kering dengan sendirinya.

Prinsip yang sama berlaku untuk jenis aspirator lain (misalnya yang disedot melalui selang dengan filter). Kuncinya tetap hisapan lembut, bukan kuat‑kuat.

Hal yang sebaiknya dihindari dalam perawatan hidung bayi

Beberapa langkah berikut justru bisa menimbulkan masalah baru:

  • Jangan memasukkan cotton bud ke dalam hidung
    Bisa melukai dinding hidung yang sangat halus atau mendorong lendir makin ke dalam.

  • Jangan memakai obat tetes atau semprot hidung orang dewasa
    Obat dekongestan untuk dewasa tidak aman untuk bayi, kecuali sesuai resep dokter.

  • Jangan terlalu sering memakai aspirator
    Pemakaian sesekali, misalnya sebelum menyusu dan sebelum tidur, masih aman. Kalau terlalu sering, hidung bisa iritasi dan malah membengkak.

Sering kali, kombinasi saline untuk hidung bayi dan hisapan lembut sesekali sudah cukup membuat bayi jauh lebih nyaman.


Napas Berisik: Saat Hidung Buntu Terdengar Lebih Parah dari Aslinya

Bayi memang makhluk kecil yang suaranya banyak. Kamu mungkin sering mendengar:

  • Dengusan
  • Siulan kecil saat bernapas
  • Grok‑grok halus
  • Seperti “ngorok mini” saat tidur

Sering kali suara ini muncul karena saluran hidung yang sempit dan sedikit lendir normal, bukan selalu tanda hidung tersumbat pada bayi yang berat.

Biasanya masih dianggap normal bila:

  • Bayi menyusu dengan baik
  • Gerakan dada dan perut tampak lembut dan teratur saat bernapas
  • Tidak ada tanda sesak, seperti cuping hidung kembang‑kempis atau kulit di sela tulang rusuk tertarik ke dalam
  • Di sela waktu menyusu, bayi bisa tertidur cukup tenang

Kalau ragu, perhatikan bayi saat tidur. Meski terdengar grok‑grok, selama wajahnya tampak rileks, warna kulit tampak segar (tidak pucat kebiruan), dan napas ritmis, biasanya itu menenangkan.


Kapan Harus Khawatir Saat Hidung Bayi Tersumbat

Kadang‑kadang, hidung buntu lebih dari sekadar bunyi grok‑grok biasa. Segera cari bantuan medis bila kamu melihat:

  • Sulit menyusu karena hidung buntu
    Bayi hanya mampu mengisap sebentar lalu lepaskan payudara atau dot karena tampak kehabisan napas lewat hidung.

  • Napas cepat
    Lebih dari sekitar 60 kali per menit saat bayi sedang tenang, dan laju napas tetap cepat terus menerus.

  • Cuping hidung kembang‑kempis
    Sisi lubang hidung terbuka lebar setiap kali menarik napas.

  • Tarikan dinding dada
    Kulit di antara atau di bawah tulang rusuk tertarik ke dalam saat bayi bernapas, atau tampak tarikan di pangkal leher.

  • Demam disertai hidung tersumbat
    Suhu 38 °C atau lebih pada bayi di bawah 3 bulan, apalagi bila disertai batuk, pilek, atau tampak lemas.

  • Lesu dan menyusu buruk
    Bayi sulit dibangunkan, tampak lunglai, atau menyusu jauh lebih sedikit dari biasanya.

Di Indonesia, ini saat yang tepat untuk:

  • Segera ke puskesmas atau dokter anak
  • Menghubungi IGD rumah sakit terdekat atau nomor gawat darurat 119 jika tampak sesak berat

Ikuti kata hati. Kamu paling mengenal bayimu sendiri.


Humidifier dan Cara Sederhana Membantu Hidung Bayi

Sedikit pengaturan di lingkungan sekitar bisa sangat membantu mengurangi hidung tersumbat pada bayi.

Menggunakan humidifier uap dingin

Humidifier uap dingin (cool mist) dapat menambah kelembapan udara, yang bisa membantu:

  • Mengencerkan lendir yang kental
  • Menenangkan saluran napas dan hidung yang teriritasi
  • Mengurangi suara grok‑grok saat malam

Tips penggunaan yang aman:

  • Usahakan kelembapan ruangan sekitar 40 - 60%. Beberapa alat sudah memiliki indikator.
  • Letakkan humidifier agak jauh dari boks atau tempat tidur bayi, tidak tepat di samping kepala.
  • Pilih jenis uap dingin, bukan uap panas, agar tidak berisiko menyebabkan bayi terkena uap panas atau air panas.
  • Bersihkan humidifier sesuai petunjuk agar tidak menjadi tempat tumbuh jamur atau bakteri.

Kalau tidak punya humidifier, cara sederhana yang bisa membantu adalah menjemur pakaian di dalam kamar tempat bayi tidur (tidak terlalu dekat dengan bayi). Uap dari pakaian yang mengering bisa sedikit menambah kelembapan udara.

Tips bermanfaat lainnya

  • Jaga ruangan bebas asap rokok
    Asap rokok sangat mengiritasi hidung dan paru bayi. Kalau ada yang merokok, usahakan jauh dari rumah dan jangan di dalam ruangan.

  • Batasi wewangian yang kuat
    Gunakan parfum, minyak wangi, pengharum ruangan, dan cairan pembersih kuat secukupnya saja di area sekitar bayi.

  • Sedikit meninggikan posisi kepala (untuk bayi yang lebih besar)
    Untuk bayi baru lahir, ikuti selalu aturan tidur aman: telentang, di permukaan yang rata dan kokoh. Bila ingin memiringkan kasur atau meninggikan kepala tempat tidur, sebaiknya konsultasikan dulu dengan bidan, dokter anak, atau tenaga kesehatan yang menanganimu.


Penutup

Perawatan bayi baru lahir memang terasa seperti daftar panjang hal yang harus diingat. Untuk perawatan mata dan hidung bayi, dasarnya sebenarnya:

  • Membersihkan dengan lembut secara rutin
  • Mengenali tanda yang masih normal dan tanda bahaya
  • Menggunakan saline dan alat penghisap lendir dengan bijak
  • Tidak ragu mencari bantuan saat merasa ada yang tidak wajar

Mata bayi lengket, saluran air mata tersumbat bayi, hidung grok‑grok, dan hidung tersumbat pada bayi adalah hal yang sangat sering muncul di bulan‑bulan pertama. Dengan rutinitas tenang dan gambaran jelas tentang kapan harus khawatir, kamu akan jauh lebih percaya diri menanganinya.

Kalau kapan pun kamu ragu, hubungi dokter anak, bidan, atau fasilitas kesehatan terdekat. Tidak ada pertanyaan yang dianggap sepele kalau menyangkut mata bayi dan hidung bayi, apalagi di masa kamu baru belajar menjadi orang tua.


Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti nasihat dari dokter, dokter anak, atau profesional kesehatan lainnya. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran, Anda harus berkonsultasi dengan profesional kesehatan.
Kami sebagai pengembang aplikasi Erby tidak bertanggung jawab atas keputusan apa pun yang Anda buat berdasarkan informasi ini, yang diberikan hanya untuk tujuan informasi umum dan bukan pengganti nasihat medis pribadi.

Artikel ini mungkin menarik untuk Anda

Erby — Pelacak bayi untuk bayi baru lahir & ibu menyusui

Lacak menyusui, memompa, tidur, popok, dan tonggak perkembangan.