Membawa pulang bayi baru lahir itu rasanya campur aduk: haru, bahagia, dan... sedikit ngeri. Wajah mungil, mata bening, hidung imut, semua terlihat rapuh sampai-sampai banyak orang tua baru ragu menyentuhnya.
Kalau kamu merasakan hal yang sama, itu wajar sekali.
Panduan praktis ini membahas perawatan mata bayi dan perawatan hidung bayi dengan bahasa sederhana, langkah demi langkah. Tujuannya supaya kamu tahu apa yang perlu dilakukan, apa yang masih normal, dan kapan sebaiknya segera menghubungi dokter anak, bidan, puskesmas, atau layanan gawat darurat 119 di Indonesia.
Mata bayi memang terlihat sangat sensitif, tapi dengan rutinitas lembut setiap hari dan sedikit pengetahuan dasar, cara merawat mata bayi baru lahir sebenarnya cukup mudah.
Kamu tidak perlu produk yang macam‑macam. Untuk sebagian besar bayi, cara membersihkan mata bayi cukup dengan air matang yang sudah dingin atau cairan saline (NaCl 0,9%).
Yang perlu disiapkan:
Cara melakukannya (sekali sehari atau sesuai kebutuhan):
Cuci tangan terlebih dulu
Gunakan sabun dan air mengalir, lalu keringkan dengan bersih. Kebersihan tangan jauh lebih penting daripada produk apa pun.
Siapkan air atau saline
Satu kapas untuk satu mata
Usap dari sudut dalam ke arah luar
Ulangi bila perlu
Kalau ada mata bayi berlendir, kotoran, atau kerak yang menempel, bisa diulangi 1 - 2 kali, tetap dengan kapas baru, tetap dari bagian dalam ke luar.
Keringkan area sekitar mata
Tepuk perlahan dengan kain lembut dan bersih, atau biarkan kering sendiri.
Pembersihan bisa dilakukan sekali sehari (misalnya saat mandi pagi) dan ditambah bila perlu jika mata terlihat kotor atau lengket.
Banyak orang tua langsung panik ketika melihat mata bayi keluar kotoran setelah tidur. Padahal sering sekali itu masih dalam batas normal.
Hal yang sering terlihat:
Biasanya:
Kalau bayi tampak sehat, menyusu dengan baik, dan bagian putih mata tidak merah, kondisi seperti ini biasanya masih termasuk perawatan mata bayi yang normal.
Keluhan yang sangat sering di minggu‑minggu pertama adalah mata bayi lengket. Baru dibersihkan, tak lama kemudian lengket lagi, berair lagi.
Penyebab tersering adalah saluran air mata tersumbat bayi, istilah medisnya dacryostenosis bayi.
Saluran air mata adalah jalur kecil yang mengalirkan air mata dari mata ke dalam hidung. Pada banyak bayi, saluran ini belum terbuka sempurna saat lahir. Itulah yang disebut dacryostenosis.
Yang mungkin kamu lihat:
Pada kondisi ini, bagian putih mata biasanya tetap normal, tidak merah. Ini perbedaan penting antara saluran air mata tersumbat dengan infeksi mata (konjungtivitis).
Sering kali kamu bisa membantu di rumah dengan pijatan lembut di kantung air mata dan menjaga mata tetap bersih.
Gunakan rutinitas membersihkan mata bayi seperti di atas:
Bagian ini yang sering bikin orang tua ragu. Berikut cara mengatasi mata berair pada bayi dengan teknik pijat sederhana:
Cuci tangan, dan bila kuku panjang, potong atau rapikan dulu.
Cari titik pijatnya
Tekan lembut, usap ke arah bawah
Ulang 2 - 3 kali sehari
Waktu yang sering nyaman adalah pagi dan malam, plus sekali lagi bila mata sedang sangat lengket.
Bayangkan kamu sedang membantu mendorong membran tipis yang masih menutup saluran itu agar cepat terbuka.
Pada sebagian besar bayi, saluran air mata tersumbat bayi akan membaik pelan‑pelan dan:
Bila setelah usia tersebut saluran masih sepenuhnya tersumbat, dokter anak atau dokter mata anak mungkin akan mempertimbangkan pemeriksaan dan tindakan lebih lanjut.
Walaupun dacryostenosis bayi umumnya ringan, kamu perlu segera berkonsultasi ke dokter bila terlihat:
Segera bawa ke dokter anak, IGD rumah sakit, atau hubungi 119 bila kamu khawatir. Infeksi mata bisa cepat memburuk, jadi lebih baik diperiksa lebih awal.
Secara alami, bayi baru lahir adalah “penghirup lewat hidung”. Artinya:
Mereka lebih mengandalkan hidung untuk bernapas, bukan mulut.
Mereka memang bisa membuka mulut, tapi dalam beberapa bulan pertama, pernapasan lewat mulut belum terlalu efektif. Karena itu, hidung tersumbat pada bayi walaupun ringan bisa terdengar sangat mengganggu.
Ada beberapa hal yang membuat hidung bayi mudah terdengar tersumbat:
Saluran hidung sangat sempit
Hidung mungil berarti salurannya juga kecil. Lendir sedikit saja sudah terdengar keras.
Udara kering
AC, kipas angin, atau udara ruangan yang terlalu kering bisa membuat lendir jadi lebih kental.
Iritasi
Asap rokok, parfum yang menyengat, pewangi ruangan, debu, atau bulu hewan dapat mengiritasi hidung bayi.
Akibatnya, kamu sering mendengar:
Semua ini belum tentu berarti bayi sedang pilek.
Mengetahui cara membersihkan hidung bayi sangat membantu, terutama untuk kenyamanan saat menyusu dan tidur.
Saline adalah larutan air garam dengan kadar yang sama seperti cairan tubuh (NaCl 0,9%). Kamu bisa membeli saline untuk hidung bayi dalam bentuk tetes atau ampul kecil sekali pakai di apotek.
Cara pakai tetes saline (1 - 2 tetes per lubang hidung):
Posisikan bayi dengan nyaman
Teteskan saline
Tunggu sekitar 30 detik
Bersihkan lendir
Setelah lendir lebih cair, kamu bisa memakai penghisap lendir hidung bayi (nasal aspirator atau bulb syringe) untuk mengeluarkannya.
Banyak orang tua cemas saat pertama kali mencoba. Biasanya setelah 1 - 2 kali, akan terasa lebih mudah.
Berikut cara membersihkan hidung bayi dengan bulb syringe:
Tekan bola karet dulu
Tempelkan ujungnya di lubang hidung
Lepaskan tekanan perlahan
Keluarkan dan kosongkan
Ulangi bila perlu
Cuci alat setelah digunakan
Prinsip yang sama berlaku untuk jenis aspirator lain (misalnya yang disedot melalui selang dengan filter). Kuncinya tetap hisapan lembut, bukan kuat‑kuat.
Beberapa langkah berikut justru bisa menimbulkan masalah baru:
Jangan memasukkan cotton bud ke dalam hidung
Bisa melukai dinding hidung yang sangat halus atau mendorong lendir makin ke dalam.
Jangan memakai obat tetes atau semprot hidung orang dewasa
Obat dekongestan untuk dewasa tidak aman untuk bayi, kecuali sesuai resep dokter.
Jangan terlalu sering memakai aspirator
Pemakaian sesekali, misalnya sebelum menyusu dan sebelum tidur, masih aman. Kalau terlalu sering, hidung bisa iritasi dan malah membengkak.
Sering kali, kombinasi saline untuk hidung bayi dan hisapan lembut sesekali sudah cukup membuat bayi jauh lebih nyaman.
Bayi memang makhluk kecil yang suaranya banyak. Kamu mungkin sering mendengar:
Sering kali suara ini muncul karena saluran hidung yang sempit dan sedikit lendir normal, bukan selalu tanda hidung tersumbat pada bayi yang berat.
Biasanya masih dianggap normal bila:
Kalau ragu, perhatikan bayi saat tidur. Meski terdengar grok‑grok, selama wajahnya tampak rileks, warna kulit tampak segar (tidak pucat kebiruan), dan napas ritmis, biasanya itu menenangkan.
Kadang‑kadang, hidung buntu lebih dari sekadar bunyi grok‑grok biasa. Segera cari bantuan medis bila kamu melihat:
Sulit menyusu karena hidung buntu
Bayi hanya mampu mengisap sebentar lalu lepaskan payudara atau dot karena tampak kehabisan napas lewat hidung.
Napas cepat
Lebih dari sekitar 60 kali per menit saat bayi sedang tenang, dan laju napas tetap cepat terus menerus.
Cuping hidung kembang‑kempis
Sisi lubang hidung terbuka lebar setiap kali menarik napas.
Tarikan dinding dada
Kulit di antara atau di bawah tulang rusuk tertarik ke dalam saat bayi bernapas, atau tampak tarikan di pangkal leher.
Demam disertai hidung tersumbat
Suhu 38 °C atau lebih pada bayi di bawah 3 bulan, apalagi bila disertai batuk, pilek, atau tampak lemas.
Lesu dan menyusu buruk
Bayi sulit dibangunkan, tampak lunglai, atau menyusu jauh lebih sedikit dari biasanya.
Di Indonesia, ini saat yang tepat untuk:
Ikuti kata hati. Kamu paling mengenal bayimu sendiri.
Sedikit pengaturan di lingkungan sekitar bisa sangat membantu mengurangi hidung tersumbat pada bayi.
Humidifier uap dingin (cool mist) dapat menambah kelembapan udara, yang bisa membantu:
Tips penggunaan yang aman:
Kalau tidak punya humidifier, cara sederhana yang bisa membantu adalah menjemur pakaian di dalam kamar tempat bayi tidur (tidak terlalu dekat dengan bayi). Uap dari pakaian yang mengering bisa sedikit menambah kelembapan udara.
Jaga ruangan bebas asap rokok
Asap rokok sangat mengiritasi hidung dan paru bayi. Kalau ada yang merokok, usahakan jauh dari rumah dan jangan di dalam ruangan.
Batasi wewangian yang kuat
Gunakan parfum, minyak wangi, pengharum ruangan, dan cairan pembersih kuat secukupnya saja di area sekitar bayi.
Sedikit meninggikan posisi kepala (untuk bayi yang lebih besar)
Untuk bayi baru lahir, ikuti selalu aturan tidur aman: telentang, di permukaan yang rata dan kokoh. Bila ingin memiringkan kasur atau meninggikan kepala tempat tidur, sebaiknya konsultasikan dulu dengan bidan, dokter anak, atau tenaga kesehatan yang menanganimu.
Perawatan bayi baru lahir memang terasa seperti daftar panjang hal yang harus diingat. Untuk perawatan mata dan hidung bayi, dasarnya sebenarnya:
Mata bayi lengket, saluran air mata tersumbat bayi, hidung grok‑grok, dan hidung tersumbat pada bayi adalah hal yang sangat sering muncul di bulan‑bulan pertama. Dengan rutinitas tenang dan gambaran jelas tentang kapan harus khawatir, kamu akan jauh lebih percaya diri menanganinya.
Kalau kapan pun kamu ragu, hubungi dokter anak, bidan, atau fasilitas kesehatan terdekat. Tidak ada pertanyaan yang dianggap sepele kalau menyangkut mata bayi dan hidung bayi, apalagi di masa kamu baru belajar menjadi orang tua.