Beberapa hari pertama setelah persalinan sering terasa seperti mimpi samar. Ibu masih memulihkan diri, belajar mengenali tanda lapar bayi, tidur hanya sebentar-sebentar, lalu tiba-tiba tubuh melakukan hal baru lagi: ASI mulai „datang“.
Untuk banyak ibu, ini adalah momen ketika payudara berubah dari lembut dan hanya keluar kolostrum menjadi penuh, berat, bahkan bisa terasa sangat tidak nyaman. Kalau di kepala terlintas, „Ini normal tidak, ya? Memang seharusnya sesekeras ini?“ percayalah, ibu sama sekali tidak sendirian.
Panduan ini akan membantu ibu memahami apa yang terjadi saat ASI datang, bagaimana membedakan antara rasa penuh yang normal dan engorgement payudara / pembengkakan payudara, serta cara meredakan payudara bengkak sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Anggap saja seperti suara tenang yang menemani di sofa jam 3 pagi, ketika Google terasa terlalu ramai.
Di hari-hari pertama setelah melahirkan, payudara memproduksi kolostrum - ASI pertama yang kental, berwarna kekuningan, sangat kaya antibodi. Jumlahnya sedikit, tetapi persis cukup untuk lambung bayi yang masih sangat kecil.
Lalu biasanya antara hari ke-2 sampai hari ke-5 setelah melahirkan, ASI berubah menjadi lebih banyak, lebih encer, disebut ASI „transisi“. Inilah yang orang sering maksud ketika bertanya „ASI datang kapan?“ atau „kapan ASI keluar setelah melahirkan?“.
Pola yang sering terjadi:
ASI yang datang lebih lambat setelah operasi caesar biasanya berkaitan dengan:
Kalau sampai hari ke-5 ASI belum terasa datang, atau bayi sangat mengantuk dan jarang menyusu, sebaiknya konsultasi ke bidan, dokter, konselor laktasi, atau klinik laktasi di fasilitas kesehatan terdekat. Kadang semuanya baik-baik saja hanya agak lambat, tapi kadang perlu ditelusuri lebih lanjut.
Pertanyaan yang sering muncul: „Rasanya bagaimana sih saat ASI datang?“ Jawabannya: berbeda-beda tiap ibu, tapi ada beberapa keluhan yang umum.
Ibu mungkin merasakan:
Bagi sebagian ibu, hanya terasa penuh dan hangat. Bagi yang lain, payudara bisa terasa sangat keras dan ngilu, sampai sulit menemukan posisi tidur yang enak.
Rasa penuh ini bisa saja masih normal. Tubuh sedang beralih dari „keluar kolostrum hanya sedikit“ ke „baik, bayi sudah lahir dan benar-benar butuh minum“. Kuncinya adalah mengenali kapan rasa penuh yang normal itu berubah menjadi pembengkakan payudara (engorgement payudara) yang bermasalah.
Sedikit bengkak dan penuh itu wajar. Engorgement terjadi saat payudara terlalu penuh, dan jaringan di sekitar saluran ASI ikut membengkak karena kelebihan cairan dan aliran darah.
Rasa penuh yang normal biasanya:
Mungkin ibu berpikir, „Wah, gede banget ya sekarang,“ tapi ketika payudara ditekan pelan, tidak terasa seperti batu.
Engorgement payudara terasa jauh lebih intens. Ibu mungkin merasakan:
Engorgement sering muncul sekitar hari ke-3–5, terutama jika:
Kabar baiknya, dengan penanganan yang tepat, pembengkakan ini biasanya mulai membaik dalam 24–48 jam.
Di awal, tubuh ibu masih belajar menghitung sebenarnya bayi butuh ASI sebanyak apa. Tubuh cenderung bermain aman dengan memproduksi agak berlebihan.
Produksi ASI mengikuti prinsip suplai dan permintaan:
Saat ASI baru datang, tubuh kadang membuat lebih banyak ASI daripada yang diminum bayi, ditambah ada lebih banyak darah dan cairan yang masuk ke jaringan payudara. Inilah yang menimbulkan rasa bengkak dan kencang.
Jadi, engorgement payudara sebenarnya adalah tubuh yang sangat bersemangat menyediakan makanan untuk bayi, sambil masih menyesuaikan diri mencari „takaran yang pas“. Dengan bayi sering menyusu dan payudara sering dikosongkan, fase penyesuaian ini akan berjalan jauh lebih mulus.
Jika ibu:
biasanya puncak engorgement akan mereda dalam 24–48 jam.
Rasa penuh di waktu-waktu tertentu (misalnya pagi hari) bisa masih terasa beberapa minggu. Tetapi rasa bengkak yang sangat nyeri dan kencang seharusnya tidak bertahan terus-menerus. Kalau tidak membaik sama sekali, atau sempat membaik lalu memburuk lagi, saatnya minta bantuan tenaga kesehatan atau konselor laktasi.
Ibu tidak perlu „pasrah saja“. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk cara mengatasi payudara penuh ASI / payudara bengkak, dan biasanya cukup efektif.
Ini dasar paling penting.
Menyusui berjalan paling baik jika ASI rutin keluar dari payudara. Untuk meringankan engorgement:
Jika bayi sangat mengantuk (ini sangat sering, terutama setelah obat penghilang nyeri saat persalinan atau operasi caesar), ibu bisa membantu dengan:
Setiap sesi menyusu yang efektif akan membuat payudara terasa lebih lembut dan memberi sinyal ke tubuh: „Oke, ASI terpakai, tetap produksi, tapi tidak perlu sebanyak tadi.“
Saat payudara sangat penuh dan kencang, area puting bisa tertarik masuk ke jaringan yang bengkak sehingga tampak lebih datar. Ini membuat bayi sulit melekat dengan baik.
Sedikit memerah ASI dengan tangan sebelum menyusui bisa membantu:
Cara memerah ASI dengan tangan (cara memerah ASI tangan) secara sederhana:
Tidak perlu mengosongkan payudara. Target utamanya hanya melembutkan bagian depan payudara supaya bayi bisa melekat.
Reverse pressure softening adalah teknik sederhana yang efektif jika area sekitar puting sangat bengkak.
Alih-alih mengeluarkan ASI, ibu memindahkan bengkak di sekitar puting ke arah dalam payudara sehingga puting dan areola terasa lebih lembut.
Caranya:
Teknik ini menciptakan „kantong“ kecil yang lebih lembut di area yang akan masuk ke mulut bayi, sehingga pelekatan yang tadinya sulit bisa jadi jauh lebih mudah.
Kompres hangat sebelum menyusui membantu merangsang aliran ASI. Hangat memberi sinyal ke saluran ASI untuk membuka, sehingga refleks let-down lebih mudah terjadi.
Ibu bisa menggunakan:
Tempelkan kompres hangat di payudara selama beberapa menit sebelum menyusui. Tidak perlu lama-lama, cukup sampai payudara terasa hangat dan nyaman, bukan panas menyengat.
Setelah bayi selesai menyusu, kompres dingin sangat membantu.
Kompres dingin untuk engorgement bisa mengurangi bengkak dan nyeri:
Kalau ibu lebih suka cara alami, irisan atau lembaran sayur dingin (misalnya kubis) juga sering dipakai.
Ini terdengar seperti resep tradisional, tapi banyak ibu dan bidan di Indonesia maupun luar negeri masih percaya daun kubis bisa membantu pembengkakan payudara setelah melahirkan.
Untuk mencobanya:
Bisa diulangi beberapa kali sehari jika perlu. Kalau ibu merasa produksi ASI mulai berkurang, kurangi frekuensi pemakaian atau hentikan, karena ada dugaan penggunaan berlebihan bisa sedikit menekan produksi ASI pada sebagian ibu.
Pijatan ringan dan lembut bisa membantu mengalirkan ASI di dalam saluran.
Saat atau sebelum menyusui:
Sebagian ibu merasa nyaman dengan pola: hangat - pijat lembut - menyusui - kompres dingin.
Jika bayi sama sekali tidak bisa melekat atau menyusu sangat sedikit, jangan biarkan payudara terlalu penuh dan sakit. Kondisi ini bisa dengan cepat berkembang menjadi sumbatan saluran ASI atau mastitis.
Dalam keadaan seperti ini:
Kalau ibu harus memerah karena bayi sulit menyusu, sebaiknya segera mencari bantuan konselor laktasi, bidan, dokter anak, atau klinik laktasi di rumah sakit/puskesmas. Kadang hanya perlu sedikit koreksi posisi dan pelekatan, tapi dampaknya bisa sangat besar.
Fase „badai engorgement“ di awal biasanya mereda begitu bayi sudah menyusu dengan baik dan payudara rutin dikosongkan.
Bagi banyak ibu:
Satu hal yang sering membingungkan: payudara yang terasa lebih lembut di kemudian hari bukan berarti ASI berkurang. Biasanya justru menandakan produksi ASI ibu sudah pas dengan kebutuhan bayi. Selama bayi menyusu dengan baik dan berat badannya naik sesuai grafik KMS atau kurva WHO, payudara yang lebih lembut adalah tanda baik, bukan masalah.
Kadang, engorgement tidak tertangani dengan baik atau ada saluran ASI yang tersumbat. Jika kemudian terjadi infeksi, bisa berkembang menjadi mastitis.
Waspadai tanda-tanda berikut:
Jika ibu merasakan tanda-tanda di atas:
Jika demam atau gejala seperti flu bertahan lebih dari 24 jam, atau kemerahan dan nyeri sangat berat, segera hubungi:
Ibu mungkin membutuhkan antibiotik, dan lebih baik diberikan sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi abses payudara.
Di sini penting mengenali perbedaan payudara penuh dan mastitis:
Engorgement bukan sekadar soal payudara yang nyeri. Kondisi ini bisa membuat ibu:
Berikan ruang untuk diri sendiri. Masa ini memang tidak mudah, dan ibu sedang menjalani peran baru yang besar.
Hal-hal kecil yang bisa membantu:
Ibu tidak perlu membuktikan apa pun dengan „kuat sendiri“. Dukungan adalah hak, bukan kemewahan.
Supaya lebih mudah diingat:
Tubuh ibu sedang belajar, bayi juga sedang belajar. Wajar kalau awalnya terasa berantakan. Engorgement biasanya fase singkat yang intens, bukan kondisi jangka panjang.
Kalau ragu atau merasa kewalahan, segera cari bantuan. Beberapa menit bertemu orang yang berpengalaman dalam dukungan menyusui bisa mengubah hari yang sangat berat menjadi jauh lebih tertata. Dan ibu sangat pantas mendapatkan dukungan seperti itu.