Mengapa Bayi Gemetar? Penyebab, Gerakan Normal, dan Kapan Harus Khawatir
Gerakan dagu yang bergetar, tangan yang gemetaran, atau kedua lengan yang tiba-tiba terbuka bisa membuat orang tua cemas, terutama saat masih belajar memahami kebiasaan bayi baru lahir. Anda mungkin bertanya, “Apakah normal bayi gemetar?” Dalam banyak kasus, jawabannya adalah ya. Gerakan bayi memang bisa tampak tersentak-sentak dan sulit ditebak, terutama saat menangis, menyusu, bangun, atau tidur.
Kabar baiknya, sebagian besar bayi gemetar dan gerakan kaget tidak berbahaya. Biasanya, hal ini menunjukkan bahwa sistem saraf bayi masih belajar mengendalikan tubuhnya. Meski begitu, memahami gerakan yang normal dan tanda yang memerlukan pemeriksaan dokter dapat membuat bulan-bulan awal terasa lebih tenang.
Mengapa bayi gemetar dan mudah terkejut?
Sistem saraf bayi belum berkembang sepenuhnya ketika lahir. Saraf dilapisi selubung pelindung yang disebut selubung mielin. Lapisan ini membantu mengantarkan sinyal listrik dari otak ke seluruh tubuh dengan lebih teratur. Pada bulan-bulan pertama, selubung tersebut masih dalam proses perkembangan.
Akibatnya, sinyal antara otak, sumsum tulang belakang, dan otot belum selalu tersampaikan dengan presisi. Gerakan bayi bisa terlihat gemetar, berlebihan, atau belum terkoordinasi dengan baik. Inilah salah satu penyebab tremor pada bayi, termasuk tremor pada bayi baru lahir, cukup sering terjadi.
Suhu dingin, lapar, lelah, bersemangat, dan menangis dapat membuat gerakan tersebut semakin terlihat. Bayi juga dapat berkedut saat tidur atau terkejut oleh suara yang menurut orang dewasa sebenarnya pelan. Meski tampak dramatis, hal ini sering kali merupakan bagian dari perkembangan awal yang normal.
Gerakan normal yang mungkin Anda lihat
Dagu bergetar atau gemetar
Gemetar dagu bayi termasuk keluhan yang sering disampaikan orang tua. Bibir bawah atau dagu bayi dapat bergetar selama beberapa detik, terutama ketika bayi menangis, kesal, lapar, atau kedinginan.
Hal ini terjadi karena otot-otot wajah bayi masih belajar bekerja secara terkendali. Getaran mungkin terlihat saat mengganti popok, setelah mandi, atau ketika bayi menangis cukup lama. Biasanya, gerakan akan berhenti setelah bayi tenang atau tubuhnya kembali hangat.
Pada kebanyakan bayi, gemetar dagu membaik dengan jelas saat usia 2 sampai 3 bulan. Getaran yang singkat, sesekali terjadi, dan memiliki pemicu yang jelas umumnya tidak perlu dikhawatirkan.
Tangan dan lengan yang gemetar
Gerakan halus yang tersentak-sentak pada tangan, pergelangan, atau lengan juga cukup umum. Orang tua mungkin menyebutnya gemetar tangan bayi atau tangan yang bergetar kecil. Gerakan ini dapat muncul saat bayi lapar, menangis, kesal, atau berusaha meraih sesuatu.
Sebagian bayi lebih sering gemetar ketika mengalami tidur aktif, yaitu fase tidur bayi yang mirip dengan fase REM pada orang dewasa. Jari-jari bisa bergerak-gerak, lengan tersentak, atau tangan bergetar sebentar sebelum kembali diam.
Jika gerakan berhenti ketika bayi mulai tenang atau saat anggota tubuh tersebut disangga dengan lembut, hal itu cukup meyakinkan. Ini biasanya merupakan tremor bayi normal, bukan tanda penyakit. Jangan menggenggam atau menahan tangan bayi dengan kuat.
Refleks Moro atau refleks terkejut bayi
Refleks Moro adalah respons otomatis yang normal terhadap perubahan atau rangsangan yang tiba-tiba. Suara keras, gerakan mendadak, atau sensasi seperti kehilangan tumpuan dapat membuat bayi:
- Membuka kedua lengan ke samping.
- Membuka telapak tangan.
- Menarik kembali kedua lengan ke arah tubuh.
- Terkadang menangis sebentar.
Inilah yang dikenal sebagai refleks terkejut bayi. Gerakan ini bisa terjadi ketika bayi dibaringkan ke tempat tidur, meskipun Anda sudah melakukannya dengan hati-hati. Refleks Moro biasanya paling kuat pada masa bayi baru lahir dan mulai menghilang pada usia 4 sampai 6 bulan, seiring membaiknya kendali otot dan gerakan sadar.
Bedong dapat membantu mengurangi gerakan terkejut pada sebagian bayi, asalkan dilakukan dengan aman dan mengikuti panduan tidur aman untuk bayi. Hentikan bedong ketika bayi mulai menunjukkan tanda-tanda akan berguling.
Kaki gemetar saat mengganti popok
Pernah melihat kaki bayi gemetar ketika popoknya dilepas? Udara dingin yang menyentuh kulit dapat memicu tubuh menggigil atau membuat kaki bergetar sebentar. Perubahan dari pakaian hangat ke udara yang lebih sejuk saja sudah cukup untuk menimbulkan reaksi ini pada sebagian bayi.
Biasanya, gerakan berhenti setelah bayi kembali ditutupi dan merasa nyaman. Ruangan yang hangat, proses mengganti popok yang tidak terlalu lama, serta selimut lembut yang sudah disiapkan dapat membantu. Jangan memasukkan botol berisi air panas, bantal pemanas, atau alat pemanas listrik ke tempat tidur bayi karena berisiko menyebabkan luka bakar dan meningkatkan risiko saat tidur.
Gerakan tersentak saat tidur
Tidur bayi tidak selalu benar-benar tenang. Dalam fase tidur aktif, yang mirip dengan tidur REM, bayi dapat berkedut, tersentak, tersenyum, mengerutkan dahi, mengisap, meringis, atau menggerakkan lengan dan kaki sebentar. Pola napasnya juga bisa sedikit berubah.
Gerakan saat tidur tersebut merupakan bagian dari perkembangan otak yang normal. Gerakan biasanya lebih mudah terlihat ketika bayi mulai tertidur atau berpindah dari satu siklus tidur ke siklus berikutnya. Kedutan yang hanya terjadi saat tidur dan berhenti ketika bayi terbangun umumnya tidak mengkhawatirkan.
Jadi, jika Anda bertanya, “Mengapa bayi gemetar saat tidur?”, bisa jadi jawabannya adalah karena bayi sedang berada dalam fase tidur aktif. Pada masa awal kehidupannya, bayi menghabiskan cukup banyak waktu dalam fase ini.
Membedakan tremor dan kejang pada bayi
Perbedaan tremor dan kejang pada bayi tidak selalu mudah dikenali hanya dari tampilannya. Salah satu petunjuk yang dapat diperhatikan adalah apakah gerakan berhenti ketika anggota tubuh bayi disangga dengan lembut.
Tremor atau gerakan gemetar biasa sering kali berhenti saat tangan, kaki, atau bagian tubuh yang bergerak ditahan dengan lembut. Misalnya, tangan yang bergetar dapat menjadi lebih tenang ketika Anda menyangganya dengan telapak tangan. Jangan menggenggam erat atau memaksa gerakan berhenti. Cukup berikan dukungan secara perlahan.
Kejang biasanya tetap berlangsung meskipun anggota tubuh disangga dengan lembut. Kejang pada bayi juga dapat berupa gerakan berulang yang ritmis, terjadi dalam pola tertentu, dan tidak memiliki pemicu yang jelas. Tidak selalu seluruh tubuh bayi bergerak. Kejang bisa hanya melibatkan satu lengan, satu sisi wajah, atau kedua kaki.
Anda tidak perlu memastikan diagnosis sendiri di rumah. Jika gerakannya tampak tidak biasa, segera minta saran medis. Dokter mungkin perlu melihat rekaman video dan memeriksa kondisi bayi secara langsung.
Kapan harus khawatir jika bayi gemetar?
Sebagian besar episode gemetar berlangsung singkat dan berkaitan dengan tangisan, udara dingin, rasa kaget, lapar, bangun tidur, atau tidur. Hubungi bidan, dokter anak, dokter di puskesmas, atau layanan kesehatan setempat jika gerakannya tidak sesuai dengan pola tersebut.
Segera cari pertolongan medis jika Anda melihat:
- Gerakan berulang dan berirama yang tidak berhenti meskipun anggota tubuh bayi disangga dengan lembut.
- Tremor yang semakin sering, semakin kuat, atau berlangsung lebih lama, bukannya berangsur membaik.
- Gerakan mata yang tidak biasa, seperti menatap kosong, mata berulang kali berputar ke atas, atau kedua mata tertarik ke satu sisi.
- Bayi sangat mengantuk, sulit dibangunkan, tubuhnya lemas, atau responsnya berkurang.
- Bayi sulit menyusu, muntah berulang kali, atau terjadi perubahan jelas pada pola menyusunya.
- Gemetar yang terjadi tanpa pemicu seperti menangis, kedinginan, bangun tidur, menyusu, atau tidur.
- Episode yang disertai perubahan warna kulit, kesulitan bernapas, atau henti napas.
Jika episode berlangsung lama, bayi tidak bernapas dengan normal, tubuhnya membiru atau menjadi sangat pucat, atau tidak merespons, segera hubungi layanan darurat setempat. Di Indonesia, Anda dapat menghubungi 119 untuk layanan kegawatdaruratan medis atau nomor darurat daerah yang berlaku. Bila memungkinkan, baringkan bayi dengan aman dalam posisi miring, jauhkan benda-benda di sekitarnya, dan jangan memasukkan apa pun ke mulut bayi atau menahan gerakannya secara paksa.
Apa yang harus dilakukan jika Anda khawatir?
Berusahalah tetap tenang, meskipun melihat bayi gemetar tentu bisa membuat panik. Jika episode terjadi lagi, rekam video singkat menggunakan ponsel. Usahakan seluruh tubuh bayi terlihat dan jangan memperbesar gambar terlalu dekat. Rekaman dapat sangat membantu dokter, terutama jika gerakan sudah berhenti ketika Anda tiba di fasilitas kesehatan.
Catat juga beberapa hal berikut:
- Kapan gerakan mulai terjadi?
- Berapa lama berlangsung?
- Apakah bayi sedang menangis, kedinginan, lapar, baru bangun, atau tidur?
- Apakah gerakan berhenti saat anggota tubuh disangga dengan lembut?
- Apakah mata bayi terbuka, menatap kosong, atau berputar?
- Apakah bayi merespons suara atau sentuhan Anda?
- Apakah bayi kembali menyusu dan bernapas secara normal setelahnya?
Jangan menunda pertolongan medis hanya demi mendapatkan video. Keselamatan bayi tetap menjadi prioritas.
Perkembangan bayi umumnya akan semakin tenang
Jadi, tremor bayi normal atau berbahaya? Sering kali, gerakan tersebut normal. Dagu yang bergetar, tangan yang bergerak halus, refleks Moro, kaki yang gemetar karena udara dingin, dan kedutan saat tidur merupakan hal yang umum pada masa awal bayi.
Seiring sistem saraf matang dan selubung mielin berkembang, gerakan bayi biasanya menjadi lebih halus dan terkoordinasi. Banyak tremor biasa menghilang pada usia 3 sampai 4 bulan, meskipun refleks Moro dapat bertahan hingga sekitar usia 4 sampai 6 bulan. Setiap bayi memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda.
Percayai naluri Anda. Anda paling mengenal perilaku bayi sehari-hari. Sebagian besar episode tidak berbahaya, tetapi gerakan yang tampak berbeda, semakin sering, atau disertai sulit menyusu, gerakan mata yang tidak biasa, dan berkurangnya kesadaran perlu diperiksakan. Jika masih bertanya-tanya tentang kapan harus ke dokter jika bayi gemetar, lebih baik meminta saran tenaga kesehatan daripada menyimpan kekhawatiran sendiri. Pertanyaan Anda bukanlah sesuatu yang berlebihan.
Kami sebagai pengembang aplikasi Erby tidak bertanggung jawab atas keputusan apa pun yang Anda buat berdasarkan informasi ini, yang diberikan hanya untuk tujuan informasi umum dan bukan pengganti nasihat medis pribadi.